Jejak Muhammad Yusuf Ateh: Dari Peruri, PLN, hingga Bank Mandiri

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Muhammad Yusuf Ateh melambaikan tangan saat dilantik Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 5 Februari 2020. TEMPO/Subekti

    Muhammad Yusuf Ateh melambaikan tangan saat dilantik Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 5 Februari 2020. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh resmi ditunjuk menjadi Komisaris PT Bank Mandiri (persero) Tbk. Ia ditunjuk karena dianggap memiliki kemampuan untuk mengawasi jalannnya perusahaan.

    Itu yang diharapkan sehingga Bank Mandiri mematuhi GCG (good corporate governance),” ujar Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga dalam rekaman suara pada Senin, 15 Maret 2021.

    Lalu seperti apa sosok Muhammad Yusuf Ateh?

    Yusuf Ateh lahir di Jakarta pada tahun 1964. Ia tercatat menempuh tiga jenjang pendidikan. Dimulai dari DIV Akuntansi Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Lalu, S2 Business Administration, Universitas of Adelaide, Australia. Terakhir, S3 Administrasi Negara, Universitas Indonesia.

    Pada tahun 2013 sampai 2020, ia tercatat menjabat sebagai Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenpanRB).

    Saat masih menjabat sebagai Deputi KemenpanRB, ia diangkat menjadi anggota Dewan Pengawas Peruri pada 13 Mei 2019. Jabatan ini diembannya sampai 23 Agustus 2020.

    Lalu pada 3 Februari 2020, Yusuf Ateh dilantik Jokowi menjadi Kepala BPKP. Saat masih menjabat sebagai Kepala BPKP, ia pun ditunjuk menjadi Komisaris PT Perusahaan Listrik Negara (persero), bersama komisaris baru lainnya, Mohammad Rudy Salahuddin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.