Mendag Lutfi Sebut Impor Tidak Hancurkan Harga Beras Petani

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Erick Thohir, bersama Menteri Perdagangan M Lutfi , Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau kontainer yang berisi komoditas pertanian saat pelepasan ekspor bersama produk pertanian di Terminal Teluk Lamong, Surabaya, Jawa Timur, Jumat 12 Maret 2021. Pelepasan ekspor komoditas pertanian Jatim di pelabuhan tersebut senilai Rp140 miliar dari total keseluruhan yang tersebar di 52 pelabuhan di Indonesia sebanyak Rp1,2 triliun. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

    Menteri BUMN Erick Thohir, bersama Menteri Perdagangan M Lutfi , Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau kontainer yang berisi komoditas pertanian saat pelepasan ekspor bersama produk pertanian di Terminal Teluk Lamong, Surabaya, Jawa Timur, Jumat 12 Maret 2021. Pelepasan ekspor komoditas pertanian Jatim di pelabuhan tersebut senilai Rp140 miliar dari total keseluruhan yang tersebar di 52 pelabuhan di Indonesia sebanyak Rp1,2 triliun. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan impor beras 1 juta ton di 2021 tidak akan menghancurkan harga di tingkat petani. Dia memastikan bahwa kebijakan itu bertujuan menjaga stok dan menstabilkan harga beras.

    "Ini (impor) bagian dari strategi memastikan harga stabil. Percayalah tidak ada niat pemerintah untuk hancurkan harga petani terutama saat sedang panen raya," kata Mendag dalam konferensi pers virtual, Senin, 15 Maret 2021.

    Pemerintah, kata dia, memerlukan iron stock atau cadangan untuk memastikan pasokan terus terjaga. Menurutnya, sebagai cadangan, beras impor tersebut tak akan digelontorkan ke pasar saat periode panen raya, melainkan ketika ada kebutuhan mendesak seperti bansos ataupun operasi pasar untuk stabilisasi harga.

    Data Badan Pusat Statistik, kata dia, produksi beras nasional naik 0,07 persen menjadi 31,63 juta di 2020. Kenaikan produksi, menurutnya, juga diperkirakan berlanjut di 2021.

    Potensi produksi beras sepanjang Januari-April 2021 diperkirakan mencapai 14,54 juta ton, naik 3,08 juta ton atau 26,84 persen dibandingkan produksi pada periode sama di 2020 sebesar 11,46 juta ton.

    Lutfi mengatakan angka produksi tersebut merupakan prediksi, di mana berpotensi terjadi kenaikan atau bahkan penurunan mengingat curah hujan yang tinggi di sejumlah daerah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.