Daftar Harga Pangan yang Masih Tinggi Menurut Pedagang, dari Gula hingga Daging

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang menata cabai rawit merah di kiosnya di Pasar PSPT Tebet, Jakarta, Senin, 1 Maret 2021. TEMPO/Tony Hartawan

    Pedagang menata cabai rawit merah di kiosnya di Pasar PSPT Tebet, Jakarta, Senin, 1 Maret 2021. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Tradisional (Ikappi) Abdullah Mansuri mengatakan harga gula di beberapa titik telah mencapai Rp 17 ribu per kilogram (kg). Harga pangan ini jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) yang disarankan pemerintah yakni Rp 12.500 per kg.

    Adapun, lanjutnya, harga gula rata-rata secara nasional menurut laporan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) adalah Rp 14.350 per kg pada pekan ini.

    "Kami masih dalami apa penyebabnya. Namun tren dari tahun ke tahun harga di pasar tradisional memang sulit terkendali,” kata Mansuri, Minggu, 14 Maret 2021.

    Harga minyak goreng curah pun bertahan di level Rp 15 ribu sampai Rp 16 ribu per kg dalam beberapa pekan terakhir. Dia menyebutkan harga normal biasanya berkisar di level Rp 14 ribu per kg. Pada saat yang sama, indeks harga minyak nabati global menyentuh 147,4 poin atau lebih tinggi dari rata-rata indeks pada 2012.

    Mansuri menjelaskan pula kenaikan harga daging segar, baik yang berasal dari bakalan eks-impor maupun sapi lokal. Untuk daging murni misalnya, kini berada di level Rp 125 ribu per kg dibandingkan dengan kondisi normal yakni Rp 114 ribu per kg. Kenaikan juga terjadi pada daging paha belakang yang kini berada di posisi Rp 130 ribu per kg dari Rp 120 ribu per kg.

    "Bawang putih relatif aman di kisaran Rp 30 ribu per kilogram. Namun, kondisi harga pangan dunia dan lokal seharusnya jadi momentum untuk perbaikan tata niaga. Baik dari sisi perbaikan produksi dan restrukturisasi distribusi,” kata Mansuri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.