Pendapatan Mobile Legends di RI Diprediksi Rp 1,6 T, Kalahkan Film dan Musik

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rayakan Ulang Tahun ke-4. Mobile Legends Gelar MLBB 515 All Star eParty 2020 Tanggal 16 Mei

    Rayakan Ulang Tahun ke-4. Mobile Legends Gelar MLBB 515 All Star eParty 2020 Tanggal 16 Mei

    TEMPO.CO, Jakarta - Ricky Setiawan, CEO dari GGWP.ID, sebuah platform kegiatan dan media game e-sport mengatakan pendapatan dari bisnis game online sudah jauh melebihi segmen bisnis lain seperti film hingga album musik. Salah satunya yaitu merek game online ternama Mobile Legends.

    Ricky membandingkannya dengan tiga produk yang berkembang di Indonesia. Pertama salah satu film yang laris di Indonesia yaitu Warkop DKI Reborn yang ditonton oleh 6 juta orang.

    "Pendapatannya US$ 17 juta," kata Ricky dalam diskusi bersama Siberkreasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) di Jakarta, Minggu, 13 Maret 2021. Nilai ini setara dengan Rp 238 miliar (asumsi kurs Rp 14 ribu per dolar AS).

    Kedua, album musik "Bintang di Surga" dari Peterpan yang meraup pendapatan US$ 10 juta atau setara Rp 140 miliar. Sementara untuk game online Mobile Legends, pendapatannnya di Indonesia diprediksi sudah mencapai US$ 120 juta atau setara Rp 1,6 triliun pada 2018.

    Menurut Ricky, tren ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja, tapi juga di dunia. Industri game online tumbuh lebih cepat, ketimbang film dan musik. Ricky mengutip data dri EnDigital yang mencatat pertumbuhan ketiga sektor bisnis hiburan ini dari 2001 sampai 2021.

    Untuk musik, tumbuh dari sekitar US$ 20 miliar menjadi US$ 50 miliar. Sementara film cenderung stagnan di kisaran US$ 25 miliar. Tapi untuk games, tumbuh dari US$ 20 miliar menjadi US$ 180 miliar.

    BACA: Industri eSports Diprediksi Menembus Angka Rp 14,4 Triliun pada 2021

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.