Sri Mulyani Beberkan Risiko Ekonomi yang Jadi Perhatian Dunia

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani melantik dan mengukuhkan jajaran pejabat baru direktur jenderal di lingkungan Kementerian Keuangan. Foto Kemenkeu

    Menteri Keuangan Sri Mulyani melantik dan mengukuhkan jajaran pejabat baru direktur jenderal di lingkungan Kementerian Keuangan. Foto Kemenkeu

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kondisi perekonomian global masih akan menghadapi risiko atau tantangan akibat kebijakan dalam menghadapi pandemi Covid-19. Dalam buku Global Risk Report 2021 yang diterbitkan World Economic Forum, ada risiko yang dihadapi dunia dalam jangka pendek, menengah dan panjang.

    "Ini adalah sebagian konsekuensi dari kebijakan yang diambil untuk menghadapi pandemi," kata Sri Mulyani dalam pelantikan eselon I Kemenkeu yang disiarkan secara virtual, Jumat, 12 Maret 2021.

    Menurutnya langkah antisipasi harus disiapkan sejak dini. Dengan terus berkembangnya pandemi ini, Dia menuturkan risiko jangka pendek menengah, yakni tiga hingga lima tahun ke depan diantaranya adalah ketidakstabilan harga, mengembangnya harga-harga aset hingga ancaman krisis utang.

    "Yang diidentifikasi sebagai dampak kebijakan countercylical oleh sleurh negara dunia maka ke depan berbagai risiko seperti asset bubble, price instability, commodity shock dan debt crisis serta risiko geopolitik," ujarnya.

    Sedangkan risiko jangka menengah panjang atau periode lima hingga 10 tahun berkaitan dengan dampak perubahan iklim yang terus memburuk hingga perkembangan teknologi digital.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.