Sudah Selesai 513 Km, Tol Trans Sumatera Pernah Alami Defisit Modal

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara gerbang tol Keramasan di Desa Ibul Besar III, Pemulutan, Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Jumat 18 Desember 2020. Pengelola Jalan Tol Trans Sumatera ruas Kayu Agung - Palembang membuka gerbang Tol Keramasan agar dapat dilalui secara fungsional selama libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    Foto udara gerbang tol Keramasan di Desa Ibul Besar III, Pemulutan, Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Jumat 18 Desember 2020. Pengelola Jalan Tol Trans Sumatera ruas Kayu Agung - Palembang membuka gerbang Tol Keramasan agar dapat dilalui secara fungsional selama libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Jalan Tol Trans Sumatera yang ditaksir sepanjang 2.700 Km ini membentang dari Bakauheni, Lampung hingga Aceh. Penanggung jawab tol ini adalah PT Hutama Karya dengan nilai investasi Rp 206.4 Triliun dan ditargetkan operasi secara penuh pada 2025 mendatang.

    Jalan tol Trans Sumatera digadang-gadang akan banyak meningkatkan lapangan pekerjaan dan menjadi pusat investasi ini, dalam pengerjaannya pernah mengalami pasang surut bahkan terancam berhenti. Hal ini ditengarai proyek Trans Sumatera mengalami defisit bantuan PMN (Penyertaan Modal Negara).

    Untuk pembuatan tahap pertama Hutama Karya membutuhkan modal sebesar Rp. 66 triliun, sedangkan pemerintah menyampaikan dana sebesat Rp. 60 triliun.

    Hedy Rahadian, Direktur Jenderal Bina Marga Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  atau Kementerian PUPR sebelumnya pernah menyampaikan ini dihadapan anggota dewan terkait masalah defisit modal ini.

    Menurut Hedy dengan terjadinya defisit tersebut dan tidak terpenuhi PMN-nya, maka proyek jalan tol Trans Sumatera akan mandek.

    Dengan terjadinya defisit tersebut, Kementerian PUPR melakukan perundingan bersama kementerian-kementerian lainnya untuk menutupi kekurangan Rp 60 triliun. Menurut Hedy pembangunan ini juga masih memerlukan pendanaan dari sumber lainnya.

    Baca: Tol Trans Sumatera Ruas Padang Sicincin Molor, Rampung Jadi Akhir 2022

    Hal inilah yang melatar belakangi pemerintah membentuk Badan Layanan Umum Jalan Tol yang berfungsi membantu pembiayaan jalan tol. Tidak hanya itu, hadirnya lembaga ini akan membuat proyek tersebut tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

    "Istilahnya kami ingin ada mekanisme subsidi silang, misalnya akan ada tender tol di Jawa yang kita tahu IRR-nya tinggi banget. Jadi nanti kalau ada pemenang, menang dia mungkin harus bayar kompensasi," ujar Septian Hario Seto, Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

    Proyek jalan tol Trans Sumatera ini sudah dibangun sejak 2015 dan hingga hari ini ruas jalan yang sudah beropesi sepanjang 513 Kilometer. Ruas jalan yang mulai beroperasi ialah, Bakauheni-Terbanggi Besar, Terbanggi Besar-Kayu Agung, Kayu Agung-Palembang-Betung, Belawan-Medan-Tanjung Morawa, Medan-Binjai, Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, Palembang-Indralaya, Sigili-Banda Aceh, dan Pekanbaru-Dumai.

    Bahkan pada 11 Maret 2021, Tol Trans Sumatera untuk ruas tol Tanjung Mulia-Marelan-Helvetia diresmikan dan sudah mulai beroperasi. Terkait izin pengoperasian, PT Hutama Karya sudah mengantonginya dari Kementerian PUPR.

    GERIN RIO PRANATA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H