Survei BI: Penjualan Eceran Membaik di Februari 2021 Meski Masih Kontraksi

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung Bank Indonesia (BI) di Jalan Mohammad Husni Thamrin No. 2, Jakarta, Kamis 4 Maret 2021. TEMPO/Subekti.

    Gedung Bank Indonesia (BI) di Jalan Mohammad Husni Thamrin No. 2, Jakarta, Kamis 4 Maret 2021. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Departemen Komunikasi Erwin Haryono mengatakan sejalan dengan pola musimannya terkait pasca perayaan Natal dan Tahun Baru, survei penjualan eceran menurun pada Januari 2021. Selanjutnya, penjualan eceran diprakirakan membaik pada Februari 2021, meski masih kontraksi.

    "Hal itu tercermin dari IPR Februari 2021 yang diprakirakan kontraksi 0,7 persen (mtm), lebih kecil dibandingkan dengan kontraksi 4,3 persen (mtm) pada bulan sebelumnya, sejalan dengan permintaan masyarakat yang terjaga saat Imlek," kata Erwin dalam keterangan tertulis Selasa, 9 Maret 2021.

    Baca Juga: Bank Syariah Indonesia Tawarkan Pembiayaan Otomotif, Margin 2,98 Persen Flat

    Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi serta kelompok Suku Cadang dan Aksesori diprakirakan tumbuh positif sehingga menopang kinerja penjualan eceran.

    Secara tahunan, kinerja penjualan eceran diperkirakan relatif stabil dengan pertumbuhan IPR sebesar -16,5 persen (yoy) pada Februari 2021, dibandingkan dengan -16,4 persen (yoy) pada bulan sebelumnya. Penjualan eceran sejumlah komoditas seperti Sandang, Barang Budaya dan Rekreasi, Suku Cadang dan Aksesori, serta Peralatan Informasi dan Komunikasi terindikasi membaik, meski masih kontraksi.

    Sebelumnya pada Januari 2021, kinerja penjualan eceran menurun sejalan dengan pola pasca perayaan Natal dan Tahun Baru, di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan cuaca yang kurang mendukung. Penurunan terjadi pada seluruh kelompok komoditas, dengan penurunan terdalam pada kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya, dan subkelompok Sandang.

    Dari sisi harga, tekanan inflasi pada tiga bulan mendatang atau April 2021 meningkat, sementara pada enam bulan mendatang atau Juli 2021 menurun. Indeks Ekspektasi Harga Umum(IEH) tiga bulan yang akan datang sebesar 156,9, meningkat dari 149,7 pada bulan sebelumnya.

    Peningkatan tersebut seiring dengan memasuki bulan Ramadan dan persiapan Idul Fitri. Sementara itu, IEH 6 bulan yang akan datang sebesar 153,5, menurun dari bulan sebelumnya sebesar 164,8, ditopang oleh kelancaran distribusi dan kecukupan pasokan.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.