Rupiah Terkoreksi Dibayangi Kenaikan Imbal Hasil Obligasi AS

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mata uang Rupiah. Brent Lewin/Bloomberg via Getty Images

    Ilustrasi mata uang Rupiah. Brent Lewin/Bloomberg via Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi masih terkoreksi dibayangi kenaikan imbal hasil (yield) obligasi AS.

    Pada pukul 9.58 WIB rupiah melemah 73 poin atau 0,5 persen ke posisi Rp 14.433 per dolar AS dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya Rp 14.360 per dolar AS.

    "Dolar AS masih berpeluang menguat di awal sesi Selasa bila melanjutkan sentimen beli dolar AS yang ditopang naiknya tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS," tulis Tim Riset Monex Investindo Futures dalam kajiannya di Jakarta, Selasa, 9 Maret 2021.

    Baca Juga: Menteri Airlangga: IHSG dan Rupiah Recover, Tren Ekonomi Sudah V Shape

    ADVERTISEMENT

    Telah disetujuinya stimulus fiskal pemerintah AS sebesar 1,9 triliun dolar AS oleh Senat AS di akhir pekan lalu dan janji Gubernur Federal Reserve (Fed) Jerome Powell untuk mempertahankan stimulus moneter untuk menopang pemulihan ekonomi AS, telah menopang kembali naiknya tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS.

    Dolar AS naik ke level tertinggi dalam 3,5 bulan pada Senin, 8 Maret 2021 karena meningkatnya tingkat imbal hasil obligasi AS yang membuat takut investor dan meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven dolar AS.

    Setelah turun sekitar 4 persen pada kuartal terakhir 2020, dolar AS telah menguat hampir 2,5 persen pada tahun ini hingga hari ini karena investor memperkirakan kenaikan secara luas dalam tingkat imbal hasil obligasi AS yang dapat membebani penilaian ekuitas dan meningkatkan permintaan untuk mata uang AS.

    Data ekonomi AS akhir-akhir ini juga mendukung penguatan dolar AS seperti laporan jumlah tenaga kerja di luar sektor pertanian yang menambahkan 379.000 pekerja pada bulan lalu.

    Indeks dolar AS pada pukul 20:46 WIB Senin terlihat menguat sekitar 0,3 persen di level 92,23, yang merupakan level tertinggi sejak akhir November. Pada Senin, rupiah ditutup melemah 60 poin atau 0,42 persen ke posisi Rp 14.360 per dolar AS dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp 14.300 per dolar AS.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?