5 Hal Penting Soal Replika Masjid Agung Sheikh Zayed Hadiah UEA untuk Jokowi

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Masjid Agung Sheikh Zayed. Wikipedia

    Masjid Agung Sheikh Zayed. Wikipedia

    TEMPO.COJakarta - Proyek pengembangan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Jawa Tengah, yang merupakan hasil kemitraan Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) resmi dimulai. Pengembangan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo itu ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas bersama Ketua Otoritas Umum Bidang Urusan Islam dan Wakaf Uni Emirat Arab (UEA) Mohammed bin Matar Al Kaabi.

    Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Energi dan Industri UEA Suhail Mohammed Al Mazrouei, Wakil Gubernur Jateng Gus Taj Yasin Maimoen dan Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka juga turut serta dalam seremoni peletakan batu pertama masjid yang berlokasi di Kampung Gilingan, Solo, Jawa Tengah.

    "Saya berharap pelaksanaan pembangunan masjid berjalan lancar dengan dukungan dan doa restu dari semua pihak. Masjid ini, insya Allah, membawa manfaat yang besar bagi masyarakat Surakarta khususnya, Jawa Tengah serta bangsa Indonesia umumnya," kata Menag Yaqut Cholil Qoumas dalam sambutannya di Solo, seperti dilansir dari Bisnis, Sabtu, 6 Maret 2021.

    Berikut adalah sejumlah fakta mengenai masjid tersebut.

    1. Hadiah untuk Jokowi

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan pembangunan tersebut merupakan kado dari Pangeran Mohammed bin Zayed al Nahyan.

    “Rasa terima kasih juga saya sampaikan kepada Minister Suhail (Menteri Energi dan Infrastruktur UEA Suhail Al Mazroui) atas hadiah sarat makna dari Pangeran Mohammed bin Zayed al Nahyan berupa Masjid dan Islamic Center yang akan dibangun persis miniatur dari Sheikh Zayed Mosque di Abu Dhabi, akan berlokasi di Kota Surakarta,” ujar Luhut dalam akun Instagram pribadinya, @luhut.pandjaitan, Senin, 8 Maret 2021.

    2. Biaya pembangunan

    Menurut Yaqut, Masjid Agung Sheikh Zayed di Abu Dhabi yang luasnya 22.412 meter persegi membutuhkan waktu pembangunan hingga 12 tahun dan menelan biaya mencapai sekitar US$ 545 juta atau setara Rp 8 triliun.

    Sedangkan anggaran pembangunan Masjid Agung Sheikh Zayed di Solo hanya mencapai US$ 20 juta atau hampir Rp 300 miliar yang seluruhnya ditanggung pemerintah UEA. Seluruh biaya pembangunan itu akan ditanggung pemerintah UEA.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.