Dirut BPJS Kesehatan Ingin Pendanaan Non APBN Meningkat

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • BPJS Kesehatan secara tak langsung memberi perlindungan finansial keluarga dan mencegah kemiskinan, dan meningkatkan usia harapan hidup sebesar 1 persen

    BPJS Kesehatan secara tak langsung memberi perlindungan finansial keluarga dan mencegah kemiskinan, dan meningkatkan usia harapan hidup sebesar 1 persen

    TEMPO.COJakarta - Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) Ali Ghufron Mukti mengatakan lembaganya mengembangkan banyak hal agar bisa memperluas cakupan kepesertaan.

    Saat ini, kata dia, direksi, duta BPJS, serta dewan pengawas ingin melakukan inovasi dari pendanaan BPJS Kesehatan. "Tentu kami ingin sektor informal, yaitu peserta bukan penerima upah bisa meningkat dan kami berharap yang dibiayai non APBN bisa meningkat," kata Ali dalam diskusi virtual, Senin, 8 Maret 2021.

    Salah satu upaya meningkatkan pendanaan BPJS Kesehatan dilakukan dengan crowdfunding. Para direksi juga sudah sepakat untuk ikut berkontribusi, serta adanya komitmen terhadap beberapa orang.

    Ia juga berharap dari para duta BPJS untuk bisa mendukung program ini. BPJS Kesehatan akan bekerja sama dengan filantropis, Baznas, dan sejumlah pihak lainnya untuk bisa memperkuat kepesertaan tersebut.

    "Dan tentu public education, jangan sampai uang yang dibelanjakan yang menyebabkan sakit seperti rokok, tapi lebih bagus uang dibelanjakan untuk menjaga kesehatan," ujar Ali.

    BPJS Kesehatan, kata Ali, juga akan bekerjasama dengan perbankan, serta berbagai pendekatan-pendekatan lain untuk meningkatkan kepesertaan tersebut. "Kami juga melakukan inovasi teknologi dengan handphone, nanti bisa kerja sama dengan provider dan sebagainya," kata dia.

    Baca: Dilantik Jokowi, Ini 4 Fokus Direktur Utama BPJS Kesehatan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.