Bela Jokowi Soal Benci Produk Asing, Sandiaga Uno: Ini Wake Up Call

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno (tengah) meninjau destinasi wisata Waterbom Bali, Kuta, Badung, Bali, Kamis 25 Februari 2021. Kunjungan tersebut dilakukan Menparekraf Sandiaga Uno untuk mengamati penerapan protokol kesehatan berbasis Cleanliness, Health, Safety, Environmental sustainability (CHSE) serta meninjau lokasi drive-thru vaksinasi COVID-19 yang rencananya akan dibangun di kawasan Waterbom Bali. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno (tengah) meninjau destinasi wisata Waterbom Bali, Kuta, Badung, Bali, Kamis 25 Februari 2021. Kunjungan tersebut dilakukan Menparekraf Sandiaga Uno untuk mengamati penerapan protokol kesehatan berbasis Cleanliness, Health, Safety, Environmental sustainability (CHSE) serta meninjau lokasi drive-thru vaksinasi COVID-19 yang rencananya akan dibangun di kawasan Waterbom Bali. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno membela pernyataan Presiden Joko Widodo alias Jokowi yang mengajak masyarakat membenci produk asing. Sandiaga mengatakan ungkapan presiden ini merupakan peringatan supaya masyarakat lebih berpihak pada barang-barang lokal.

    "Pernyataan Presiden ini menurut saya ini adalah wake up call. Ini adalah alarm buat kita,” ujar Sandiaga pada Senin, 8 Maret 2021.

    Sandiaga mengatakan ajakan Jokowi adalah langkah positif agar produk anak bangsa maju. Pernyataan itu juga sejalan dengan program dalam pemulihan ekonomi digaungkan pemerintah untuk menggenjot pemasaran barang-barang maupun potensi dalam negeri melalui program Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata di Indonesia.

    Di samping itu, Sandiaga menilai semangat yang dibangun oleh Jokowi melalui narasinya juga dilakukan di negara lain. Korea, Cina, Taiwan, dan Jepang disebut-sebut memiliki semangat yang sama untuk menggalakkan produk lokal.

    Sandiaga mencontohkan Korea Selatan yang pada 1970-an lalu masih memperjuangkan ekonominya. Kecintaan warga negara tersebut untuk menggunakan produk buatan sendiri telah memberi kontribusi besar terhadap bertumbuhnya perekonomian.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.