SKK Migas Optimistis Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru Beroperasi Tahun Ini

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi SKK Migas. ANTARA

    Ilustrasi SKK Migas. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Kepala SKK Migas Fatar Yani mengatakan Proyek Pengembangan Gas Lapangan Unitisasi Jambaran-Tiung Biru (JTB) akan mulai beroperasi pada kuartal IV tahun ini atau pada November ini. Dia optimistis proyek yang menjadi kebanggaan nasional ini dapat mulai berproduksi pada tahun ini.

    “Gas JTB ini sangat penting untuk pasokan gas di Jawa Timur. Kita akan akselerasi supaya bisa cepat produksi dan bisa membantu kelistrikan Jawa - Bali. Mudah-mudahan paling tidak di tahun ini kita optimis akan mulai on stream,” kata Fatar dalam keterangan tertulis, Ahad, 7 Maret 2021.

    Hal itu dia sampaikan saat PT Pertamina EP Cepu (PEPC) bersama Sub Holding Upstream, Pertamina Hulu Energi (PHE) dan juga Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melakukan kunjungan ke Proyek Pengembangan Gas Lapangan Unitisasi JTB. Kunjungan lapangan ini bertujuan untuk melihat secara langsung perkembangan proyek Strategis Nasional sektor energi yang telah ditetapkan oleh Presiden Republik Indonesia pada 2020.

    Direktur Utama PEPC Awang Lazuardi kembali memberikan apresiasi kepada para Perwira PEPC yang telah memberikan dedikasinya pada pengerjaan proyek ini saat pandemi. Awang juga menjelaskan akan pentingnya selalu menjaga protokol kesehatan meski sedang dalam kondisi bekerja di lapangan.

    Dia mengatakan progres saat ini cukup bagus. "Kami bersama-sama para kontraktor dan SKK Migas berusaha untuk mengurai mencari solusinya, semoga bisa on stream pada 2021,” kata Awang.

    Selain mengecek seluruh aspek infrastruktur maupun fasilitas produksi, pimpinan SKK Migas dan SHU PHE berinteraksi langsung dengan para pekerja yang tengah berada di situs dengan melakukan tanya jawab baik berkait aspek pekerjaannya maupun terkait pemahaman pekerja tersebut pada aspek HSSE.

    Dalam MWT kali ini hadir juga Direktur Pengembangan & Produksi PHE sebagai Sub Holding Upstream Taufik Aditiyawarman, Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno dan jajarannya, Kepala UPP JTB SKK Migas Waras Budi Santosa, Kepala SKK Migas Jabanusa Nurwahidi, serta manajemen PT Rekayasa Industri (Rekind) selaku kontraktor proyek JTB. Selama kegiatan MWT ini, diterapkan protokol kesehatan secara ketat.

    HENDARTYO HANGGI

    Baca juga: Progres Proyek Pertamina Jambaran Tiung Biru 25 Persen


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.