SR014 Dibuka dengan Kupon 5,47 Persen, Simak Cara Pembeliannya

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (Ki-ka) Direktur Pembiyaan Syariah DJPPR Dwi Irianti Hadiningdyah dan Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman  melakukan sosialisasi sukuk ritel seri SR012 di kawasan Senayan, Jakarta, Sabtu 29 Februari 2020. EKO WAHYUDI l Tempo.

    (Ki-ka) Direktur Pembiyaan Syariah DJPPR Dwi Irianti Hadiningdyah dan Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman melakukan sosialisasi sukuk ritel seri SR012 di kawasan Senayan, Jakarta, Sabtu 29 Februari 2020. EKO WAHYUDI l Tempo.

    TEMPO.CO, Jakarta -Awal tahun 2021 ini, pemerintah melalui Kementerian Keuangan kembali menerbitkan surat berharga negara (SBN) ritel seri SR014. Masa penawaran SR014 ini akan ditutup pada 17 Maret 2021 pukul 10.00 WIB.

    Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) menerbitkan SR014 sebagai SBN ritel kedua pada 2021. SR014 atau Sukuk Ritel seri SR014 ini merupakan SBN yang berdasarkan prinsip syariah yang menawarkan imbal hasil sebesar 5,47 persen yang merupakan tingkat tetap atau fixed rate.

    Pembayaran imbal hasil atau kupon akan dilakukan rutin setiap bulan dan pembayaran pertama jatuh pada 10 April 2021, memiliki tenor 3 tahun dengan jatuh tempo 10 Maret 2024.

    Baca Juga: Kupon SR014 Dipatok 5,47 Persen, Terendah Sejak 2018

    Seri sukuk ritel ini berbentuk tanpa warkat dan dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah berakhirnya masa minimum holding period per 11 Juni 2021. Jika dibandingkan dengan seri sebelumnya, besaran kupon SR014 merupakan yang terendah sepanjang sejarah penerbitan sukuk ritel. Sebelumnya, dipegang oleh seri SR010 yang terbit pada 2018 yang menawarkan imbal hasil 5,90 persen. Sementara pada 2020, seri SR013 menawarkan imbal hasil 6,05 persen.

    Berdasarkan catatan Bisnis, pada beberapa seri Sukuk Ritel sebelumnya berhasil melampaui target yang dipatok pemerintah. Misalnya pada pemesanan SR012 yang melampaui target Rp 8 triliun, DJPPR kemudian menetapkan volume pemesanan senilai Rp 12,14 triliun. SR012 sendiri menawarkan imbal hasil 6,30 persen.

    Sementara itu, untuk SR013 yang menargetkan Rp 12 triliun dan kemudian target kuota dinaikkan menjadi Rp 15 triliun. Pada penawaran yang masih tersisa tiga hari, penjualan SR013 telah mencapai Rp 14,07 triliun. Target ini pun lebih tinggi dari SR012 walaupun imbal hasil yang lebih kecil.

    Dikutip dari situs DJPPR pada Minggu, 7 Maret 2021, tujuan diterbitkannya SR014 adalah membantu membiayai APBN termasuk membiayai pembangunan proyek infrastruktur di Indonesia dan memperluas basis investor dalam negeri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.