Sri Mulyani Sebut Teknologi Digital Memperkecil Celah Diskriminasi Gender

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sri Mulyani, Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam Kabinet Kerja Jokowi Jilid I tahun 2015-2019 dan Jilid II periode 2019-2024. (Instagram@smindrawati)

    Sri Mulyani, Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam Kabinet Kerja Jokowi Jilid I tahun 2015-2019 dan Jilid II periode 2019-2024. (Instagram@smindrawati)

    “Banyak studi menggambarkan suatu negara yang memberikan kesempatan sama bagi perempuan berpartisipasi di bidang ekonomi akan lebih makmur secar merata. Angkanya bisa US$ 26 triliun atau setara 28 persen GDP dunia,” kata Sri Mulyani.

    Sri Mulyani pun menekankan pentingnya memumpuk kesetaraan gender. Ia menyayangkan adanya perusahaan-perusahaan yang masih membayar upah lebih rendah bagi perempuan daripada laki-laki. Hal itu terutama terjadi di negara-negara tertentu yang masih tidak peka terhadap isu gender.

    Laki-laki dianggap memiliki tanggung jawab lebih. Sementara itu, perempuan acap dinilai memiliki posisi yang lemah karena mereka akan hamil, memiliki anak, dan cuti. Padahal, kata Sri Mulyani, tanggung jawab antara perempuan dan laki-laki bisa dibagi rata dan sama.

    “Jadi dalam proses decisionnya saja diversity sudah enggak ada,” kata Sri Mulyani. Menurut dia, keberagaman harus dijaga di setiap level untuk mencapai keadilan dan mencegah terjadinya gender block atau isu-isu yang berkaitan dengan diskriminasi gender.

    BACA: Bicara Kepemimpinan Perempuan, Sri Mulyani: Manusia Punya Jatah Sama 1x24 Jam

     

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.