Sri Mulyani Sebut Teknologi Digital Memperkecil Celah Diskriminasi Gender

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sri Mulyani, Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam Kabinet Kerja Jokowi Jilid I tahun 2015-2019 dan Jilid II periode 2019-2024. (Instagram@smindrawati)

    Sri Mulyani, Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam Kabinet Kerja Jokowi Jilid I tahun 2015-2019 dan Jilid II periode 2019-2024. (Instagram@smindrawati)

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani memandang perkembangan dunia digital telah berhasil memperkecil celah diskriminasi gender. Ia mengatakan melalui teknologi digital, semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk melakukan banyak hal, termasuk berkembang di dunia usaha.

    “Melihat dunia digital ini adalah sebuah kesempatan baru, meski ini juga bisa menjadi ancaman. Hubungannya dengan perempuan, dengan digitalisasi, diskriminasi gender menjadi lebih kecil,” ujar Sri Mulyani dalam acara bertajuk ‘Intergenerational Dialogue Women and Girl: Changers in Development’ yang digelar secara virtual, Sabtu, 6 Maret 2021.

    Sri Mulyani menyebut pandemi Covid-19 telah memberi banyak pelajaran untuk mempercepat pengembangan teknologi digital akibat pertemuan-pertemuan fisik dibatasi. Banyak pihak akhirnya mengubah cara bisnis, mengorganisasi usaha, hingga menyusun strategi marketing.

    Bahkan, kian banyak pula usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM yang telah beralih ke penjualan digital. Di tengah perkembangan teknologi digital yang pesat, kesempatan kerja bagi perempuan semakin terbuka.

    Perempuan dapat mengambil peran yang sama dengan laki-laki, seperti di bidang programming, pengembangan teknologi, dan bidang-bidang yang berhubungan dengan teknologi digital lainnya.

    Di bidang ekonomi, Sri Mulyani mengatakan negara yang memberikan kesempatan kepada perempuan untuk berkiprah sama dengan laki-laki berpotensi bisa meningkatkan perekonomian lebih tinggi dan mencapai kemakmuran yang lebih merata.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.