Jokowi Sentil Proyek Kementerian dan BUMN yang Pakai Pipa Impor

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Indonesia, Joko Widodo saat menghadiri peresmian Bendungan Napun Gete, Kabupaten Sikka, NTT, 23 Februari 2021. Foto/youtube.com

    Presiden Indonesia, Joko Widodo saat menghadiri peresmian Bendungan Napun Gete, Kabupaten Sikka, NTT, 23 Februari 2021. Foto/youtube.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo alias Jokowi meminta Kementerian dan Lembaga, serta Badan Usaha Milik Negara untuk memperbesar Tingkat Kandungan Dalam Negeri. Dengan demikian, ia tak ingin proyek pemerintah dan perusahaan pelat merah masih banyak menggunakan barang impor.

    Menurut Jokowi, kalau pemerintah dan BUMN menggunakan produk dalam negeri dalam proyek-proyeknya, maka permintaan produk lokal pun akan meningkat.

    "Pipa, kita sudah bisa produksi banyak, masih impor, untuk apa. Ada dipakai untuk proyek pemerintah dan proyek BUMN. Kalau saya ngomong itu enggak boleh, enggak boleh," ujar dia dalam Pembukaan Rapat Kerja Nasional Hipmi, Jumat, 5 Maret 2021.

    Jokowi berujar penggunaan produk dalam negeri itu harus dimulai, paling tidak oleh pemerintah dan BUMN. "Itu harus dimulai dan harus benar-benar berani dimulai. Paling tidak dari pemerintah dan BUMN itu gede sekali angkanya."

    Karena itu, Jokowi pun menyerukan kembali ajakan kepada masyarakat untuk cinta dan bangga kepada produk Indonesia, dan tidak suka kepada produk luar negeri. Sehingga, ia berujar potensi konsumen sebesar 270 juta di dalam negeri bisa dimanfaatkan untuk mendongkrak ekonomi nasional.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.