Fintech Indonesia, Payfazz Umumkan Investasi Rp 420 M untuk Xfers Singapura

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi fintech. Shutterstock

    Ilustrasi fintech. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Payfazz Teknologi Nusantara atau Payfazz, sebuah perusahaan financial technology atau fintech Indonesia mengumumkan investasi terbaru mereka di Xfers, perusahaan asal Singapura yang juga bergerak di bisnis fintech. Investasinya mencapai US$ 30 juta atau setara Rp 420 miliar (asumsi kurs Rp 14.000 per dolar AS).

    "Ini merupakan sebuah langkah maju bagi kedua perusahaan untuk bersatu dan bekerja menuju tujuan bersama," kata CEO Payfezz Hendra Kwik dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, 4 Maret 2021.

    Baca Juga: Jack Ma Bukan Lagi Orang Terkaya di Cina

    Adapun Payfazz merupakan fintech berbentuk aplikasi yang berbasis keagenan untuk kebutuhan pembiayaan sehari-hari. Di Indonesia, mereka menyebut sudah memiliki 250.000 agen terdaftar.

    Sebelumnya investasi ini diumumkan, Payfazz juga lebih dulu mengumumkan penggalangan dana Seri B yang dipimpin oleh B Capital dan Insignia Ventures Partners. Lalu, ada partisipasi dari Tiger Global, Y Combinator, ACE & Company dan BRI Ventures

    Kini setelah menggelontorkan dana investasi, Payfazz juga bergabung dengan Xfers dengan membentuk perusahaan baru bernama Fazz Financial Group. Meski demikian, kedua perusahaan akan tetap mempertahankan namanya masing-masing selama beroperasi di bawah grup bisnis baru ini.

    CEO Xfers Tianwei Liu mengatakan Xfers akan menjadi perusahaan cabang regional dari Fazz Financial Group. Dengan lebih banyak sumber daya yang tersedia, Ia dapat membantu lebih banyak lagi perusahaan atau pengusaha yang ingin memasuki Asia Tenggara. "Terutama untuk bisnis yang ingin mengakses para konsumen yang masih kurang terlayani di Indonesia," kata dia.

    Nantinya, Fazz Financial Group ini akan dinahkodai kedua pimpinan perusahaan fintech ini. Hendra Kwik sebagai CEO dan Tianwei Liu sebagai Wakil CEO. Lalu, ada juga Robert Polana sebagai CFO. Robert tak lain adalah bekas CFO Tiket.com.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.