Serukan Lagi Ajakan Benci Produk Asing, Jokowi: Boleh Kan?

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjalan di atas tanggul darurat saat meninjau lokasi jebolnya tanggul Sungai Citarum di Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu, 24 Februari 2021. Tanggul Sungai Citarum yang jebol menyebabkan banjir di 134 titik lokasi pada 19 kecamatan di Kabupaten Bekasi dan sebanyak 27.928 kepala keluarga terdampak banjir. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjalan di atas tanggul darurat saat meninjau lokasi jebolnya tanggul Sungai Citarum di Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu, 24 Februari 2021. Tanggul Sungai Citarum yang jebol menyebabkan banjir di 134 titik lokasi pada 19 kecamatan di Kabupaten Bekasi dan sebanyak 27.928 kepala keluarga terdampak banjir. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo alias Jokowi kembali menyerukan ajakan kepada masyarakat untuk bangga kepada produk Indonesia dan benci kepada produk asing. Menurut dia, itu adalah hal yang diperbolehkan.

    "Boleh saja kita bilang tidak suka kepada produk asing. Masak enggak boleh kita enggak suka, kan boleh saja tidak suka pada produk asing. Begitu aja ramai. Saya bilang benci produk asing, gitu aja ramai. Boleh kan kita tidak suka pada produk asing?" ujar Jokowi dalam Pembukaan Rapat Kerja Nasional Hipmi, Jumat, 5 Maret 2021.

    Baca Juga: Bupati Bogor Dukung Instruksi Jokowi Agar Cinta Produk Indonesia

    Namun demikian, ia mengatakan untuk menarik loyalitas konsumen kepada produk dalam negeri, ada sejumlah syarat. Misalnya, harga harus kompetitif, kualitas pun harus baik."Ini dari sisi produsen harus terus perbaiki kualitas, packaging, dan desainnya untuk mengikuti tren," kata dia.

    Meski mengajak untuk bangga membeli produk dalam negeri, ia menegaskan bahwa Indonesia menganut keterbukaan ekonomi. Pasalnya, ia berujar proteksionisme justru akan merugikan ekonomi negara.

    "Tapi kita juga tidak boleh menjadi korban unfair practices dari perdagangan dunia. Kita juga enggak mau itu," ujarnya.

    Sebelumnya, Jokowi sempat menyerukan slogan benci produk asing dalam Rapat Kerja Kementerian Perdagangan, kemarin. Ia mengatakan Kementerian Perdagangan mesti memiliki kebijakan dan strategi yang tepat untuk mengembangkan pasar produk nasional. Salah satunya dengan mendukung program Bangga Buatan Indonesia.

    Sehingga, kata Jokowi, nantinya masyarakat bisa lebih mencintai produk Indonesia dibandingkan produk impor. Apalagi, Indonesia memiliki penduduk lebih dari 270 juta jiwa dan harusnya menjadi konsumen yang paling loyal terhadap produk dalam negeri.

    "Jumlah 270 juta adalah pasar yang besar. Ajakan untuk cinta produk Indonesia harus terus digaungkan. Produk dalam negeri, gaungkan. Gaungkan juga benci produk dari luar negeri. Bukan hanya cinta, tapi juga benci. Jadi cinta barang kita, tapi benci produk luar negeri," ujar Jokowi dalam Pembukaan Rapat Kerja Kementerian Perdagangan, Kamis, 4 Maret 2021.

    Dengan menggaungkan slogan cinta produk lokal dan benci produk luar negeri, Jokowi berharap masyarakat Indonesia bisa menjadi konsumen paling loyal bagi produk dalam negeri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.