Said Aqil Jadi Komut, Anggota DPR: Perlu Bantu Angkat Bisnis PT KAI

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Said Aqil dan Erick Thohir. ANTARA/Dhemas

    Said Aqil dan Erick Thohir. ANTARA/Dhemas

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota DPR RI Suryadi Jaya Purnama menyatakan komisaris baru, Said Aqil Siradj perlu mengangkat kondisi bisnis PT. Kereta Api Indonesia yang mengalami penurunan kinerja serta pendapatan akibat pandemi Covid-19.

    "Dengan diangkatnya Ketua Umum PBNU, Said Agil Siradj sebagai Komisaris Utama PT KAI yang baru, maka FPKS berharap Komut Baru PT KAI dapat membantu mengangkat bisnis PT KAI yang tengah terpuruk akibat pandemi dengan memberikan masukan yang positif dan profesional bagi jajaran Direksi PT KAI," kata Suryadi Jaya Purnama dalam rilis di Jakarta, Jumat, 5 Maret 2021.

    Baca Juga: Erick Thohir Angkat Ketua Umum PBNU Said Aqil Jadi Komisaris Utama PT KAI

    Suryadi mengemukakan pandemi yang membatasi pergerakan masyarakat berakibat pada menurunnya kinerja PT KAI. Ia memaparkan pada periode Januari-September 2020 PT KAI mencatatkan penurunan pendapatan angkutan dan usaha lainnya sebesar 39,67 persen, dari Rp 16,36 triliun menjadi Rp 9,87 triliun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

    "Jika dilihat dari segmen bisnisnya pendapatan angkutan barang PT KAI yang ditopang oleh angkutan batu bara turun sebesar 5,52 persen. Sedangkan pendapatan angkutan penumpang KAI turun 67,27 persen menjadi Rp 2,34 triliun dari sebelumnya Rp 7,15 triliun," katanya.

    Ia berpandangan sebetulnya banyak hal yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kinerja PT KAI, seperti melakukan efisiensi perjalanan dengan selektif memilih jadwal dan rute perjalanan yang ramai.

    “PT KAI juga dapat memberikan pelayanan yang lebih baik lagi terhadap keamanan dan kenyamanan penumpang dengan pemberlakuan prokes Covid-19 yang cepat dan terjangkau. Selama ini masih terjadi antrian yg membuat tidak nyaman bagi penumpang dan mengkhawatirkan timbulnya penularan," ujarnya.

    Daya tarik lainnya, lanjutnya, PT KAI bisa memberikan promosi harga atau discount terutama untuk penumpang yang merupakan keluarga lebih dari 3-4 orang, atau melakukan kerjasama dengan destinasi wisata dan penginapan/hotel sebagai satu paket dalam perjalanan.

    Dari sisi angkutan barang, masih menurut dia, KAI juga bisa melakukan promosi untuk dapat meningkatkan pendapatan melalui kereta angkutan barang, karena selama ini pendapatan kereta angkutan barang didominasi oleh angkutan batubara.

    Sebelumnya, Kementerian BUMN mengangkat Said Aqil Siradj sebagai Komisaris Utama merangkap sebagai Komisaris Independen baru PT Kereta Api Indonesia (KAI) menggantikan Jusman Syafii Djamal.

    VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan berdasarkan pada Salinan Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-64/MBU/03/2021, Kementerian BUMN mengangkat Said Aqil Siroj sebagai Komisaris Utama merangkap sebagai Komisaris Independen KAI, Riza Primadi sebagai Komisaris Independen KAI, Rochadi sebagai Komisaris Independen KAI, Diah Natalisa sebagai Komisaris KAI, dan Chairul Anwar sebagai Komisaris KAI.

    “Kami mengucapkan selamat kepada Said Aqil Siradj, Riza Primadi, Rochadi, Diah Natalisa, dan Chairul Anwar. Semoga dapat membawa kemajuan bagi perkeretaapian Indonesia,” ujar Joni Martinus dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu, 3 Maret 2021.

    Selain itu, Kementerian BUMN juga memberhentikan dengan hormat Jusman Syafii Djamal sebagai Komisaris Utama merangkap sebagai Komisaris Independen KAI, Rahmat Hidayat sebagai Komisaris Independen KAI, dan Suhono Harso Supangkat sebagai Komisaris KAI, serta mengukuhkan pemberhentian dengan hormat Basuki Purwadi sebagai Komisaris KAI.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.