IHSG Diprediksi Melemah, Analis: Rupiah dan Harga Komoditas Pengaruhi Pergerakan

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 4 Januari 2021. TEMPO/Tony Hartawan

    Karyawan melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 4 Januari 2021. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG berpotensi melemah pada perdagangan hari ini, Jumat, 5 Maret 2021. 

    Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Kamis, 4 Maret 2021, IHSG babak belur. Selain memutus reli 3 sesi beruntun, kemarin indeks juga meninggalkan level 6.300. IHSG ditutup di level 6.290,79 melemah 1,35 persen atau 85,95 poin.

    Baca Juga: IHSG Melemah 0,53 Persen, Saham Bank Mandiri Diborong Asing

    CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan IHSG diperkirakan bakal bergerak di rentang 6.202 hingga 6.378 pada perdagangan hari ini. Dia menilai pola pergerakan IHSG masih terlihat betah berada dalam rentang konsolidasi wajar dengan potensi tekanan yang cukup besar.

    Dia menambahkan, jika level support dapat dipertahankan dengan kuat, IHSG masih berpotensi untuk kembali menguat. “Sentimen dari fluktuasi nilai tukar Rupiah serta harga komoditas juga akan turut mewarnai pergerakan IHSG. Hari ini IHSG berpotensi melemah,” tulisnya dalam laporan riset harian. 

    Pada perdagangan hari ini, Indosurya Sekuritas memberikan rekomendasi sejumlah saham, antara lain PT HM Sampoerna Tbk, PT Summarecon Agung Tbk, dan  PT Kalbe Farma Tbk. Selanjutnya PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT AKR Corporindo Tbk, dan PT Ace Hardware Indonesia Tbk.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.