Kadin Sebut Peserta Program Vaksinasi Mandiri Melonjak jadi 20 Juta Orang

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Shinta Widjaja Kamdani, CEO Sintesa Group.

    Shinta Widjaja Kamdani, CEO Sintesa Group.

    Sebelumnya diberitakan progress pengadaan vaksin Covid-19 untuk program Vaksinasi Gotong Royong masih dalam tahap negosiasi. PT Bio Farma selaku negosiator saat ini masih melakukan negosiasi dengan dua produsen, yakni Moderna dan Sinopharm.

    Juru Bicara sekaligus Sekretaris Perusahaan Bio Farma Bambang Heriyanto, menyatakan, proses negosiasi dengan Sinopharm sudah memasuki tahap penyusunan rencana pemasokan produk ke Tanah Air.

    Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir sebelumnya mengatakan dibutuhkan 7,5 juta dosis vaksin Covid-19 dalam program Vaksinasi Mandiri.

    "Kadin kemarin baru rapat dengan saya, sudah ada 6.644 perusahaan mendaftar. Kurang lebih kebutuhan vaksin hampir 7,5 juta," kata Erick dalam paparan di CNBC Economic Outlook, Kamis, 25 Februari 2021.

    Dia mengatakan pemerintah terus berupaya menangani pandemi Covid-19 agar pada akhirnya pemulihan ekonomi bisa berjalan. Oleh karena itu, program vaksin sangat penting bagi seluruh rakyat Indonesia.

    Sebelumnya, sesuai arahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi, vaksinasi diberikan secara gratis bagi masyarakat, termasuk vaksinasi mandiri. Erick Thohir yakin vaksin mandiri atau gotong royong bisa turut membantu percepatan vaksinasi yang dilakukan pemerintah.

    BISNIS | HENDARTYO HANGGI

    Baca: Erick Thohir: Butuh 7,5 juta Vaksin Covid-19 untuk Vaksinasi Mandiri


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.