Bertemu Dubes Jepang, Sri Mulyani Tawarkan Investasi Mobil Listrik

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bertemu dengan Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Kanasugi Kenji di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis, 4 Maret 2021 (Sumber: IG @smindrawati).

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bertemu dengan Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Kanasugi Kenji di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis, 4 Maret 2021 (Sumber: IG @smindrawati).

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bertemu dengan Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Kanasugi Kenji di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta. Dalam pertemuan ini, Sri Mulyani menawarkan kerja sama pengembangan mobil listrik di Indonesia.

    "Saya mengajak pemerintah Jepang untuk berpartisipasi," kata Sri Mulyani dalam akun instagramnya @smindrawati pada Kamis, 4 Maret 2021.

    Ada berbagai daya tarik yang ditawarkan Sri Mulyani. Pertama, pembangunan Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, yang sedang berjalan. "Tentunya diharapkan akan meningkatkan kualitas supply chain industri otomotif," kata dia.

    Kedua, pemerintah memberikan insentif fiskal bagi pengembangan mobil listrik. "Ini merupakan kesempatan yang besar bagi Jepang untuk berinvestasi di Indonesia," kata dia.

    Selain kendaraan listrik, Sri Mulyani juga menyebut beberapa manufaktur lain yang memiliki kesempatan untuk melakukan bisnis di Indonesia. Mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga zona ekonomi khusus berorientasi ekspor.

    Sri Mulyani pun berharap hubungan Indonesia-Jepang yang sudah lama terjalin baik dapat terus berlangsung. Tidak hanya perdagangan internasional, tetapi juga membuka berbagai peluang investasi lain di Indonesia.

    Baca: 5 Kasus Suap Pajak dan Pemerasan Saat Sri Mulyani Menjabat Menkeu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.