Jokowi Ingatkan Mendag: Jangan Terjebak Pasar Ekspor yang Itu-itu Saja

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Duta Besar Indonesia untuk AS, Muhammad Lutfi (kanan) saat diperkenalkan oleh Presiden Jokowi sebagai Menteri Perdagangan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 22 Desember 2020. Lutfi yang juga pernah menjadi Menteri Perdagangan di era SBY, akan menggantikan Agus Suparmanto. Setpres/Muchlis Jr

    Duta Besar Indonesia untuk AS, Muhammad Lutfi (kanan) saat diperkenalkan oleh Presiden Jokowi sebagai Menteri Perdagangan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 22 Desember 2020. Lutfi yang juga pernah menjadi Menteri Perdagangan di era SBY, akan menggantikan Agus Suparmanto. Setpres/Muchlis Jr

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi untuk memberi perhatian khusus pada pasar ekspor. Ia mengatakan pasar non-tradisional harus diperluas.

    "Ini bertahun-tahun selalu kita arahnya selalu Uni Eropa dan Amerika. Jangan terjebak pada pasar ekspor yang itu-itu saja," ujar Jokowi dalam pembukaan Rapat Kerja Kementerian Perdagangan, Kamis, 4 Maret 2021.

    Apalagi, dia melihat saat ini banyak pasar baru yang bisa digarap serius. Misalnya, negara-negara di Afrika, Asia Selatan, hingga Eropa Timur yang memiliki pertumbuhan ekonomi lebih dari 5 persen.

    Untuk membuka pasar ekspor baru, Jokowi meminta Menteri Perdagangan untuk segera menyelesaikan perundingan dengan negara-negara potensial. Penyelesaian perundingan itu, kata dia, menjadi agenda prioritas lantaran Indonesia membutuhkan pasar ekspor baru, terutama di masa pandemi ini.

    "Kita telah menyelesaikan CEPA dengan Australia, dengan Korea. Dengan Uni Eropa tolong ini Pak Menteri didorong agar juga segera selesai dan negara-negara lain yang kita belum memiliki CEPA ini segera dirampungkan, segera diselesaikan," kata Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.