Jokowi ke Mendag: Ada yang Enggak Benar di Perdagangan Digital, Membunuh UMKM

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah) dan Menteri Perdangangan Agus Suparmanto dalam pembukaan Rapat Kerja Kementerian Perdagangan Tahun 2020 di Istana Negara, Jakarta, Rabu 4 Maret 2020. Rapat kerja itu mengangkat tema Akselerasi Peningkatan Ekspor dan Penguatan Pasar Dalam Negeri Menuju Indonesia Maju. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah) dan Menteri Perdangangan Agus Suparmanto dalam pembukaan Rapat Kerja Kementerian Perdagangan Tahun 2020 di Istana Negara, Jakarta, Rabu 4 Maret 2020. Rapat kerja itu mengangkat tema Akselerasi Peningkatan Ekspor dan Penguatan Pasar Dalam Negeri Menuju Indonesia Maju. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo alias Jokowi meminta Kementerian Perdagangan segera mengatur perdagangan digital, apabila ada praktik yang tidak adil terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah.

    "Baru minggu kemarin saya sudah sampaikan ke Pak Menteri Perdagangan, ini ada yang enggak benar ini di perdagangan digital kita, membunuh UMKM, diperingatkan," ujar Jokowi dalam Pembukaan Rapat Kerja Kementerian Perdagangan, Kamis, 4 Maret 2021.

    Baca Juga: Jokowi: Target Pertumbuhan Ekonomi 2021 5 Persen Harus Betul-betul Tercapai

    Jokowi mengatakan pemerintah harus membela, melindungi, dan memberdayakan UMKM agar bisa naik kelas. "Ini salah satu tugas terpenting Kementerian Perdagangan."

    Menurut dia, perdagangan digital adalah sebuah keharusan dan harus dikembangkan. Namun, sektor tersebut harus dikelola sebaik-baiknya. Ia mengatakan semua pihak harus menciptakan ekosistem e-commerce yang adil dan bermanfaat.

    Transformasi digital, menurut Jokowi, harus tetap menjaga kedaulatan dan kemandirian bangsa. Ia mengatakan Indonesia tidak boleh menjadi korban perdagangan digital yang tidak adil. "Negara-negara lain banyak mengalami ini dan kita tidak boleh menjadi korban perdagangan digital yang tidak adil," ujarnya.

    Selain itu, ia mengatakan perdagangan digital harus meningkatkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri. Musababnya, Jokowi tak ingin perdagangan digital ini justru hanya menambah impor.

    "Kita bukan bangsa yang menyukai proteksionisme, karena sejarah membuktikan bahwa proteksionisme justru merugikan. Tetapi, kita juga tidak boleh menjadi korban unfair practices dari raksasa digital dunia. transformasi digital adalah win-win solution bagi semua pihak," ujar dia.

    Jokowi mengatakan perdagangan digital harus mendorong pengembangan UMKM dengan menghubungkan pasokannya ke pasar nasional maupun global. Apalagi, ia melihat banyak sekali UMKM yang memiliki peluang untuk berkembang bahkan menjadi eksportir.

    "Biasanya nanti mulai kacaunya itu kalau sudah menyangkut kapasitas. Ini tugas kita juga untuk mendorong perbankan untuk mau menyuntikkan kepada UMKM kita agar kapasitasnya bisa naik," kata Jokowi.

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.