Jokowi: Gaungkan Cinta Produk Indonesia, Benci Produk Luar Negeri

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo alias Jokowi (tengah), didampingi Mensesneg Pratikno (kedua kanan) dan <i>co-founder</i> Ideafest Bernhard Subiakto (kiri), dalam pameran Ideafest 2018 di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat, 26 Oktober 2018. Presiden sempat membeli jaket buatan Indonesia dalam pameran tersebut. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi (tengah), didampingi Mensesneg Pratikno (kedua kanan) dan co-founder Ideafest Bernhard Subiakto (kiri), dalam pameran Ideafest 2018 di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat, 26 Oktober 2018. Presiden sempat membeli jaket buatan Indonesia dalam pameran tersebut. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengatakan Kementerian Perdagangan mesti memiliki kebijakan dan strategi yang tepat untuk mengembangkan pasar produk nasional. Salah satunya dengan mendukung program Bangga Buatan Indonesia.

    Sehingga, kata Jokowi, nantinya masyarakat bisa lebih mencintai produk Indonesia dibandingkan produk impor. Apalagi, Indonesia memiliki penduduk lebih dari 270 juta jiwa dan harusnya menjadi konsumen yang paling loyal terhadap produk dalam negeri.

    Baca Juga: Perdagangan Digital, Jokowi: Jika Ada yang Tak Adil terhadap UMKM, Diperingatkan

    "Jumlah 270 juta adalah pasar yang besar. Ajakan untuk cinta produk Indonesia harus terus digaungkan. Produk dalam negeri, gaungkan. Gaungkan juga benci produk dari luar negeri. Bukan hanya cinta, tapi juga benci. Jadi cinta barang kita, tapi benci produk luar negeri," ujar Jokowi dalam Pembukaan Rapat Kerja Kementerian Perdagangan, Kamis, 4 Maret 2021.

    Dengan menggaungkan slogan cinta produk lokal dan benci produk luar negeri, ia berharap masyarakat Indonesia bisa menjadi konsumen paling loyal bagi produk dalam negeri.

    Di sisi lain, untuk mendukung produk dalam negeri, Jokowi juga meminta Kemendag agar mendorong pusat perbelanjaan di berbagai daerah untuk memberi ruang bagi produk Indonesia, khususnya UMKM. Ia tak ingin ruang depan dan lokasi strategis justru diisi oleh merek luar negeri.

    "Ini harus digeser, mereka digeser ke tempat yang tidak strategis. Tempat yang strategis, lokasi yang strategis berikan ruang ke brand lokal," kata dia.

    Jokowi pun meminta jajarannya untuk membantu UMKM lebih mampu melakukan ekspor. Pasalnya, ia mengatakan Indonesia butuh UMKM yang menjadi eksportir dalam jumlah besar. "Saat ini 90 persen pelaku ekspor adalah UMKM. Namun, kontribusi ekspornya hanya 13 persen. Artinya kapasitas perlu ditambah dan diperbesar," tutur dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.