Dukung Pemulihan Ekonomi, Bank Mandiri Turunkan Suku Bunga Dasar Kredit

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung Bamk Mandiri, Jakarta.

    Gedung Bamk Mandiri, Jakarta.

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Mandiri menurunkan suku bunga dasar kredit (SBDK) untuk seluruh segmen dengan kisaran 25-250 bps. Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan langkah ini merupakan respons perseroan terhadap kebijakan pemerintah dan regulator serta bukti nyata dukungan kepada upaya pemulihan ekonomi nasional.

    "SBDK akan menjadi acuan suku bunga kredit kepada debitur. Suku bunga yang dikenakan kepada debitur akan memperhitungkan estimasi premi risiko yang dapat berbeda-beda berdasarkan tingkat risiko kredit masing-masing debitur," kata Darmawan dalam keterangan tertulis, Rabu malam, 3 Maret 2021.

    Menurutnya, seiring penurunan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia, inisiatif ini diharapkan dapat menjadi stimulan yang efektif bagi masyarakat. Khususnya pelaku usaha, untuk meningkatkan pembiayaan baru.

    Kebijakan itu berlaku efektif per 28 Februari 2021. SBDK untuk segmen korporasi menjadi 8 persen, segmen ritel menjadi 8,25 persen dan segmen mikro menjadi 11,25 persen. Sedangkan SBDK segmen konsumer untuk KPR turun menjadi 7,25 persen dan konsumer non KPR menjadi 8,75 persen.

    "Langkah penurunan SBDK ini merupakan kelanjutan dari inisiatif serupa yang telah dilakukan tahun lalu, " ujarnya.

    Pada 2020, Bank Mandiri menurunkan SBDK sebanyak tujuh kali baik untuk segmen korporasi, ritel, mikro maupun konsumsi dengan total penurunan sebesar 10 hingga 600 basis poin.

    HENDARTYO HANGGI

    Baca juga: Tumbuh 19 Persen, Laba Kantor Luar Negeri Bank Mandiri 2020 Rp 1,56 T


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Siapakah Shang-Chi, Pahlawan Terbaru Marvel?

    Marvel Studios merilis trailer baru untuk film Shang-Chi and The Ten Rings yang akan tayang pada September 2021.