Kepala BNPB: RI Masuk dalam 35 Negara dengan Risiko Bencana Tertinggi

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala BNPB Doni Monardo saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 22 September 2020. Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengumumkan dirinya positif tertular virus corona menyusul aktivitas padat dalam sepekan terakhir memimpin penanggulangan bencana gempa bumi Sulawesi Barat dan banjir Kalimantan Selatan. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Kepala BNPB Doni Monardo saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 22 September 2020. Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengumumkan dirinya positif tertular virus corona menyusul aktivitas padat dalam sepekan terakhir memimpin penanggulangan bencana gempa bumi Sulawesi Barat dan banjir Kalimantan Selatan. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menyebutkan sebanyak 3.253 kali kejadian bencana selama setahun terakhir. Perhitungannya dimulai per awal Februari 2020 hingga akhir Februari 2021.

    Hal tersebut disampaikan kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat akan membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penanggulangan Bencana 2021 bertema "Tangguh Hadapi Bencana" di Istana Negara Jakarta, pada hari ini, Rabu, 3 Maret 2021.

    Artinya, menurut Doni, setiap hari setidaknya ada sembilan kali kejadian bencana yang terjadi. "Apakah itu gempa, tsunami, erupsi gunung berapi, karhutla, banjir bandang, tanah longsor, dan angin puting beliung," tuturnya.

    Doni menjelaskan, kejadian bencana tersebut selalu diikuti dengan kehilangan harta benda dan korban jiwa. Ia lalu mengutip pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bahwa kerugian ekonomi akibat bencana tiap tahun rata-rata mencapai Rp 28,8 triliun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.