Industri Miras Lokal Diklaim Serap Ribuan Tenaga Kerja

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Minuman Beralkohol atau Minuman Keras. REUTERS/Mike Blake

    Ilustrasi Minuman Beralkohol atau Minuman Keras. REUTERS/Mike Blake

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Importir dan Distributor Minuman Indonesia Ipung Nimpuno mengklaim industri minuman keras atau miras lokal telah menyerap ribuan tenaga kerja. Industri yang membutuhkan tenaga kerja bukan hanya dari produsen minuman, melainkan juga dari sektor turunannya.

    “Di Sulawesi Utara, produksi minuman Cap Tikus melibatkan 300 keluarga. Rantai produksinya melibatkan ribuan tenaga kerja,” ujar Ipung saat dihubungi Tempo, Rabu, 3 Maret 2021.

    Sementara itu di Bali, industri minuman keras lokal yang eksisting juga menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar. Saat ini Bali memiliki beberapa produsen minuman keras jenis arak Bali dan brem Bali yang pasarnya telah menembus market global.

    Potensi ekonomi terhadap industri minuman beralkohol yang dinilai besar membuat sejumlah pemerintah daerah, seperti Bali dan Sulawesi Utara, membuka izin bagi pelaku usaha di sektor tersebut.

    Namun, izin ini kerap terganjal oleh peraturan yang lebih tinggi, yakni peraturan menteri atau peraturan pemerintah, yang mengatur miras tergolong dalam daftar negatif investasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.