Harga Cabai Rawit di Palangkaraya Melambung Rp 130 Ribu per Kg

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penjual cabai rawit memilah dagangannya di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Senin, 11 Januari 2021. Menurut Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, bahwa penyumbang utama inflasi secara bulanan yaitu cabai rawit sebesar 0,09 persen. TEMPO/Tony Hartawan

    Penjual cabai rawit memilah dagangannya di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Senin, 11 Januari 2021. Menurut Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, bahwa penyumbang utama inflasi secara bulanan yaitu cabai rawit sebesar 0,09 persen. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta -  Harga cabai rawit di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah terus mengalami kenaikan dari harga normal Rp 60 ribu per kilogram menjadi Rp 130 ribu per kilogram.

    "Sejak sekitar Januari harga cabai Rp 60 ribu per kilogram, secara bertahap terus naik. Puncaknya kemarin harga per kilogram sampai tembus Rp 130 ribu per kilogram," kata Zuliani, pedagang sayur di Palangkaraya, Senin, 1 Maret 2021.

    Baca Juga: Tekan Harga Cabai Rawit, Dinas KPKP DKI Jakarta Siapkan Operasi Pasar

    Akibat kenaikan harga tersebut, dia pun mengaku cukup kesulitan menjual cabai rawit secara eceran kepada para pelanggannya. Jika biasanya di tempatnya melayani penjualan cabai Rp 3.000-an, kini paling sedikit harga jual Rp 5.000 untuk berat yang sama sekitar 3 ons.

    "Selain saya juga hanya berani membeli cabai dengan jumlah terbatas. Kalau biasanya sekali belanja untuk dijual kembali bisa sekitar lima kilogram. Namun saat ini hanya sekitar dua kilogram," katanya.

    Menurut dia, masih tingginya harga cabai rawit di wilayah Kota Palangkaraya ini karena berkurangnya pasokan cabai.

    Serupa dengan Zuliani, Ika Wanti seorang warga Palangkaraya mengatakan kenaikan harga cabai rawit di wilayah setempat masih jauh dari harga saat kondisi normal. "Perbandingan harga normal antara Rp 60-Rp 70 ribu dan sekarang sudah naik dua kali lipat. Semoga harganya bisa segera normal. Kondisi ini cukup memberatkan di tengah kondisi yang serba sulit," kata Ibu satu anak ini.

    Sementara itu sebelumnya Kepala Dinas Perdagangan Koperasi UKM Perindustrian (DPKUKMP) Kota Palangkaraya Rawang menyebutkan naiknya harga cabai karena pasokan cabai yang didatangkan dari Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, dan Pulau Jawa berkurang.

    "Sebagian besar pemenuhan kebutuhan cabai kita didatangkan dari luar. Untuk itu, kondisi pertanian dari wilayah asal cabai yang masuk ke Palangkaraya juga mempengaruhi ketersediaan kita," katanya.

    Dia mengatakan tingginya permintaan yang tak diimbangi dengan ketersediaan pasokan menjadi salah satu penyebab tingginya harga barang tersebut. Saat ini pihaknya pun terus melakukan pemantauan harga cabai serta memastikan ketersediaan pasokan di lapangan tetap terpenuhi meski tidak dalam kategori melimpah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.