Pertamina Jawab Kritikan Ahok Soal Bisnis SPBU Mini

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada hari ini menemui Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir untuk menyampaikan kritik dan saran. Pertemuan tersebut diungkap oleh Ahok melalui akun Instagram @basukibtp, Kamis, 17 September 2020.

    Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada hari ini menemui Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir untuk menyampaikan kritik dan saran. Pertemuan tersebut diungkap oleh Ahok melalui akun Instagram @basukibtp, Kamis, 17 September 2020.

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pertamina Patra Niaga, anak perusahaan PT Pertamina (Persero) menjawab kritikan yang disampaikan oleh Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Ahok yang kini menjabat sebagai komisaris utama Pertamina mengkritik lambannya peneterasi dari bisnis SPBU mini alias Pertashop yang dikerjakan oleh Pertamina Patra Niaga.

    "Kendala terbesar dalam pengembangan Pertashop adalah ketersediaan lahan dengan potensi yang bagus," kata Corporate Secretary Sub Holding Commercial and Trading Pertamina Patra Niaga, Putut Andriatno, saat dihubungi di Jakarta, Senin, 1 Maret 2021.

    Kendala berikutnya, kata dia, adalah soal investor. Sebab, sasaran pendirian Pertashop ini adalah desa-desa dan perusahaan memprioritaskan pengusaha di sana. "Maka modal usaha juga menjadi salah satu kendala," kata dia.

    Dikutip dari laman resmi Pertamina, Pertashop ini adalah sebuah bisnis kemitraan perusahaan dengan masyarakat. Dalam bisnis ini, Pertamina menawarkan keuntungan berupa modal usaha yang kecil dan jaminan ketersediaan BBM.

    Untuk bisa bermitra dengan Pertamina, masyarakat bisa memilih tiga tipe Pertashop. Ketiganya yaitu Gold dengan modal Rp 250 juta, Platinum Rp 400 juta, dan Diamond Rp 500 juta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.