BSI dan Laznas BSMU Gandeng UNHCR Salurkan Dana Zakat Rp 1 Miliar

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebanyak 1430 anak asuh binaan rumah zakat menulis di spanduk yang berisi tentang, doa, harapan pada bangsa Indonesia di Tugu Proklamasi, Jakarta, Jumat (21/8). Tulisan ini akan diserahkan pada pemimpin bangsa. TEMPO/Dinul Mubarok

    Sebanyak 1430 anak asuh binaan rumah zakat menulis di spanduk yang berisi tentang, doa, harapan pada bangsa Indonesia di Tugu Proklamasi, Jakarta, Jumat (21/8). Tulisan ini akan diserahkan pada pemimpin bangsa. TEMPO/Dinul Mubarok

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Syariah Indonesia Tbk. menggandeng Lembaga Amil Zakat Bangun Sejahtera Mitra Umat (Laznas BSMU) dan Lembaga PBB untuk urusan Pengungsi, UNHCR (The United Nations High Commisioner for Refugees), menyalurkan dana zakat untuk program kesehatan dan makanan pengungsi di seluruh Indonesia. Dana zakat yang disiapkan sebesar Rp 1 miliar untuk menjalankan program selama satu tahun.

    Penandatangan nota kesepahaman kerja sama program kesehatan dan makanan untuk pengungsi tersebut dilakukan oleh Ketua Umum Yayasan Amil Zakat Bangun Sejahtera Mitra Umat Suhendar dan Kepala Perwakilan UNHCR Indonesia Ann Maymann, serta disaksikan Direktur Sales and Distribution Bank Syariah Indonesia Anton Sukarna di Jakarta, Senin, 1 Maret 2021.

    Baca Juga: Ma'ruf Amin Ingin Zakat Jadi Sumber Pembiayaan Alternatif di Era Pandemi

    Direktur Sales and Distribution Bank Syariah Indonesia Anton Sukarna, mengatakan dukungan program kemanusiaan ini merupakan salah satu komitmen Bank Syariah Indonesia, untuk memberikan kemaslahatan yang luas bagi masyarakat.

    “BSI memiliki komitmen untuk menyejahterakan umat dan memberikan kebaikan bagi seluruh lapisan dan golongan masyarakat. Sinergi dengan lembaga zakat dan organisasi nirlaba seperti UNHCR ini merupakan salah satu wujud dari komitmen kami tersebut. Mudah-mudahan, langkah ini dapat membantu pengungsi di seluruh Indonesia,” kata Anton Sukarna dalam keterangan tertulis, 1 Maret 2021.

    Saat ini, kata Anton, dunia mengalami krisis pengungsi terburuk sepanjang sejarah dengan 79,5 juta orang mengungsi secara paksa. Dari jumlah tersebut, sebesar 60 persen diantaranya berasal dari negara-negara Islam (OIC countries) dan memenuhi persyaratan untuk menerima dana Zakat dan Shadaqah.

    Atas dasar itu, sejak tahun 2013 UNHCR telah mengembangkan 'Refugee Zakat Fund', sebuah model pemberdayaan dan penghimpunan dana bantuan kepada pengungsi Muslim berbasis dana zakat dan juga sedekah, serta telah dipercaya banyak lembaga filantropi Islam sebagai mitra strategis pendistribusian dana zakat dan sedekah untuk Pengungsi.

    Kepala Perwakilan UNHCR Indonesia, Ann Maymann mengatakan tahun ini, pandemi Covid-19 kemungkinan masih menjadi tantangan dan banyak pengungsi yang rentan terdampak pandemi. UNHCR pun berharap kondisinya akan membaik dengan adanya vaksin.

    “Kami sangat senang dapat memulai perjalanan baru yang strategis ini bersama Bank Syariah Indonesia dan Lembaga Amil Zakat Bangun Sejahtera Mitra Umat. Kami berharap melalui kolaborasi ini, solusi yang lebih komprehensif dapat ditemukan sebagai bagian dari tujuan kami untuk memperkuat perlindungan dan harapan baru bagi para pengungsi,” ujar Ann Maymann.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.