Inflasi Februari 0,1 Persen, Kepala BPS: Harga Komoditas Naik tapi Tipis Sekali

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto saat jumpa wartawan mengenai perkembangan ekspor dan impor di Gedung BPS Pusat, Jakarta Pusat, 16 Oktober 2017. Tempo/M JULNIS FIRMANSYAH

    Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto saat jumpa wartawan mengenai perkembangan ekspor dan impor di Gedung BPS Pusat, Jakarta Pusat, 16 Oktober 2017. Tempo/M JULNIS FIRMANSYAH

    TEMPO.CO, Jakarta - Tingkat inflasi bulanan Indonesia dalam dua bulan terakhir terus mengalami penurunan. Sepanjang Februari 2021, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sebesar 0,1 persen.

    "Perkembangan harga berbagai komoditas secara umum menunjukkan adanya kenaikan tapi tipis sekali," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, 1 Maret 2021.

    Sebelumnya, tren inflasi terus mengalami kenaikan sejak awal kuartal IV 2020. Semula pada September 2020, Indonesia mengalami deflasi 0,05 persen.

    Barulah pada Oktober 2020, berbalik arah menjadi inflasi 0,07 persen. Setelah itu, inflasi terus naik hingga 0,45 persen pada Desember 2020.

    Memasuki tahun baru, nilainya terus menyusut. Terakhir pada Januari 2021, inflasi tercatat sebesar 0,28 persen.

    Adapun inflasi sepanjang tahun 2021 ini (Januari-Februari) tercatat sebesar 0,36 persen. Ini masih lebih rendah dari target inflasi tahunan yang dipatok di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN yaitu 3 persen.

    Di sisi lain, inflasi Februari 2021 ini juga masih lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu. Sebab pada Februari 2020, inflasi tercatat sebesar 0,28 persen.

    Baca: Perkirakan Inflasi Februari 0,08 Persen, Bank Indonesia: Rendah dan Terkendali


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Olahraga Pada Puasa Ramadan Saat Pandemi, Dapat Mencegah Infeksi Covid-19

    Olahraga saat puasa dapat memberikan sejumlah manfaat. Latihan fisik dapat mencegah infeksi Covid-19 saat wabah masih berkecamuk di Ramadan 1442 H.