Nurdin Abdullah Tersangka, Bagaimana Nasib Perekonomian Sulawesi Selatan?

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah tampak mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Ahad dini hari, 28 Februari 2021. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah tampak mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Ahad dini hari, 28 Februari 2021. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Project Officer Lembaga Studi Kebijakan Publik (LSKP) Sulawesi Selatan Salma Tadjang mengatakan penahanan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi tidak akan membuat ekonomi stagnan.

    "Perekonomian Sulsel tetap harus jalan, kan sudah ada Plt gubernur yang akan melanjutkan dan membuat kebijakan terkait segala bidang, termasuk persoalan ekonomi," kata Salma, Ahad, 28 Februari 2021. 

    Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman ditunjuk sebagai Pelaksana tugas Gubernur Sulawesi Selatan. Menurut Salma, penunjukan Andi Sudirman diharapkan mendorong perekonomian Sulawesi Selatan.

    Salma mengatakan, penunjukan Plt Gubernur Sulawesi Selatan oleh Mendagri adalah mengikuti prosedur dan memiliki legalitas.

    Menurut Salma, Plt gubernur dapat melanjutkan visi misi dan program kerja yang telah dirancang untuk kurun waktu lima tahun masa kepemimpinan Nurdin Abdullah (NA) dan Andi Sudirman Sulaiman (ASS).

    Salma mengatakan sebagai pasangan terpilih pada Pemilu 2019, keduanya sudah dipercaya oleh masyarakat Sulawesi Selatan untuk memimpin dan memajukan daerah ini dari segala lini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.