Karena Banjir, 3.074 hektare Tanaman Padi di Cirebon Gagal Tanam

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petani kentang di Desa Karang Tengah Kecamatan Batur Dataran Tinggi Dieng Banjarnegara memanfaatkan air dari Telaga Merdada untuk mengairi lahan kentangnya, Minggu (1/7). Musim kemarau membuat lahan mereka harus terus diairi agar tanaman tidak mati dan gagal panen. TEMPO/Aris Andrianto

    Petani kentang di Desa Karang Tengah Kecamatan Batur Dataran Tinggi Dieng Banjarnegara memanfaatkan air dari Telaga Merdada untuk mengairi lahan kentangnya, Minggu (1/7). Musim kemarau membuat lahan mereka harus terus diairi agar tanaman tidak mati dan gagal panen. TEMPO/Aris Andrianto

    TEMPO.CO, JakartaDinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mencatat hingga akhir Februari 2021 terdapat 3.074 hektare tanaman padi yang mengalami gagal tanam imbas terendam banjir, yang melanda daerah itu. 

    "Yang sampai gagal tanam itu mencapai 3.074 hektare areal persawahan," kata Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon Wasman di Cirebon, Sabtu 27 Februari 2021.

    Menurut dia, dari total areal persawahan yang terendam banjir seluas 6.800 hektare, 3.074 hektare di antaranya mengalami gagal tanam dan sisanya bisa diselamatkan.

    Wasman melanjutkan tanaman padi, ketika terendam lebih dari tiga hari, maka otomatis akan mati, sehingga kalau pun masih dipelihara tidak akan bisa tumbuh maksimal.

    "Kalau sudah tiga hari terendam banjir, dipastikan sudah tidak dapat tertolong lagi, karena akan mati," katanya.

    Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, kata Wasman, akan membantu para petani mendapatkan bibit gratis, akan tetapi butuh proses yang tidak sebentar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.