Bobby Nasution Diminta Percepat Pembangunan di Medan Utara

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (Paling kanan) Gaya anggun Kahiyang Ayu menemani suami, Bobby Nasution, dilantik menjadi Wali Kota Medan. Instagram/@garyevan

    (Paling kanan) Gaya anggun Kahiyang Ayu menemani suami, Bobby Nasution, dilantik menjadi Wali Kota Medan. Instagram/@garyevan

    TEMPO.CO, Medan - Wali Kota Medan Bobby Nasution diminta mempercepat pembangunan di Medan Utara, karena pembenahan infrastruktur masih tertinggal dibandingkan kawasan dekat dengan pusat kota.

    "Setelah kepemimpinan Bachtiar Djafar sebagai Wali Kota Medan dua periode 1990-2000, pembangunan infrastruktur di Medan Utara berjalan dengan sangat lambat," terang Ketua Presidium Masyarakat Medan Utara, Saharudin di Medan, Sabtu, 27 Februari 2021.

    Kepemimpinan beberapa orang menjabat Wali Kota Medan setelah Bachtiar di Tanah Deli ini, ungkap dia, pembangunan di kawasan tersebut cuma dijadikan janji-janji manis kepada masyarakat ketika kontestasi Pilkada digelar.

    Saat pasangan telah dilantik menjadi kepala daerah, maka janji-janji manis sewaktu kampanye dilupakan begitu saja, walau pemilih telah memenangkan sang Wali Kota Medan.

    "Kita berharap Bobby-Aulia, tidak seperti itu. Segera turun ke Medan Utara, setelah beliau dilantik melihat infrastruktur, seperti jalan, kesehatan, pendidikan, pengangguran, dan lain-lain," kata pria yang akrab disapa Sangkot ini.

    Apalagi, suara diperoleh pasangan Bobby-Aulia di Pilkada Medan 2020 mengungguli lawannya di tiga kecamatan Medan Utara, yakni Medan Deli, Medan Labuhan, dan Medan Belawan.

    "Suara besar mereka (Bobby Nasution-Aulia, tidak terlepas dari janji politik menjadikan Medan utara sebagai halaman depan pembangunan. Itu, kita anggap sesuatu yang menjanjikan," ujar Sangkot yang juga Ketua Umum Komunitas Sedekah Jumat.

    ANTARA

    Baca juga: Kata Bobby Nasution Setelah Ditetapkan Jadi Wali Kota Medan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.