Pasarkan SR014, Investree Incar Investor Muda

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (Ki-ka) Direktur Pembiyaan Syariah DJPPR Dwi Irianti Hadiningdyah dan Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman  melakukan sosialisasi sukuk ritel seri SR012 di kawasan Senayan, Jakarta, Sabtu 29 Februari 2020. EKO WAHYUDI l Tempo.

    (Ki-ka) Direktur Pembiyaan Syariah DJPPR Dwi Irianti Hadiningdyah dan Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman melakukan sosialisasi sukuk ritel seri SR012 di kawasan Senayan, Jakarta, Sabtu 29 Februari 2020. EKO WAHYUDI l Tempo.

    TEMPO.CO, Jakarta - Co-Founder & CEO PT Investree Radhika Jaya atau Investree Adrian Gunadi menjelaskan pihaknya akan ikut menjadi mitra distribusi penjualan Sukuk Ritel seri SR014 mulai 26 Februari hingga 17 Maret 2021.

    "Tahun 2021 diharapkan menjadi tahun pemulihan bagi negeri beserta seluruh masyarakat. Melalui penjualan SR014, kami mendukung penuh upaya Pemerintah untuk menghidupkan ekonomi melalui aktivitas investasi yang aktif dan konsisten oleh masyarakat," ujar Adrian dalam keterangannya, dikutip Sabtu, 27 Februari 2021.

    Adrian berharap Investree dapat melanjutkan kontribusi dalam meningkatkan partisipasi dan animo investor domestik, kepada SR014 sebagai alternatif investasi yang sesuai prinsip syariah, aman, mudah, terjangkau, dan penuh manfaat.SB

    "Sampai saat ini, investor SBN/SBSN di Investree didominasi oleh investor berumur 19-34 tahun, mencapai 62 persen dari seluruh investor SBN/SBSN yang terdaftar di platform Investree," ucapnya.

    Hasil penjualan SR014 akan dimanfaatkan untuk membiayai pembangunan infrastruktur serta mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

    Sebelumnya, Investree mendukung pemulihan ekonomi nasional dengan menyalurkan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp 50,2 miliar kepada UKM melalui platform Investree. Dana ini telah disalurkan kepada UKM atau Borrower Investree yang sangat membutuhkan dukungan pendanaan untuk membangkitkan bisnisnya serta dinilai mampu memanfaatkan dana PEN secara optimal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.