AP II: Bandara Jenderal Besar Soedirman Beroperasi 22 April 2021

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kiri), saat meninjau lokasi Bandara Jenderal Besar Soedirman di Purbalingga, Jawa Tengah, 23 April 2018. Jokowi berharap keberadaan bandara ini bisa memunculkan titik ekonomi baru di Purbalingga.  Foto : Biro Pers Setpres

    Presiden Joko Widodo (kiri), saat meninjau lokasi Bandara Jenderal Besar Soedirman di Purbalingga, Jawa Tengah, 23 April 2018. Jokowi berharap keberadaan bandara ini bisa memunculkan titik ekonomi baru di Purbalingga. Foto : Biro Pers Setpres

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Angkasa Pura II (Persero) memastikan Bandara Jenderal Besar Soedirman di Wirasaba, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, siap beroperasi secara komersial pada 22 April 2021.

    "Mulai 22 April 2021, Bandar Udara Jenderal Besar Soedirman mulai dioperasikan untuk penerbangan komersial," kata Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin di Purbalingga, Jawa Tengah, Sabtu, 27 Februari 2021.

    Hal itu disampaikannya saat bertemu Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi dan jajaran guna membahas persiapan operasional Bandara Jenderal Besar Soedirman.

    Dia juga menyampaikan sejumlah informasi kepada jajaran Pemkab Purbalingga antara lain mengenai progres pembangunan bandara yang sudah mencapai 100 persen. "Untuk landasan pacu dan lain sebagainya sudah siap 100 persen," katanya.

    Dia menambahkan AP II mengapresiasi kinerja dan dukungan penuh dari Bupati Purbalingga serta seluruh jajaran Pemkab Purbalingga yang telah menyiapkan sejumlah fasilitas guna mempercepat perkembangan menuju beroperasinya bandara pada 22 April mendatang.

    Menurut dia, pihaknya akan menurunkan personel pada 15 Maret 2021 atau 30 hari sebelum pengoperasian Bandara Jenderal Besar Soedirman.

    Dukungan personel, kata dia, sudah harus berada dan siap di lokasi bandara menjelang 22 April 2021.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.