G20 Dorong Kebijakan Stimulus Fiskal dan Moneter untuk Pulihkan Ekonomi

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 20 Oktober 2017. Penurunan nilai ekspor Indonesia pada September 2017 sebesar US$ 14,54 miliar, turun 4,51% dibanding bulan sebelumnya. Tempo/Tony Hartawan

    Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 20 Oktober 2017. Penurunan nilai ekspor Indonesia pada September 2017 sebesar US$ 14,54 miliar, turun 4,51% dibanding bulan sebelumnya. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, JakartaPara pemimpin keuangan dunia dari kelompok G20 sepakat mempertahankan kebijakan ekspansif guna membantu ekonomi bertahan dari dampak Covid-19. Mereka juga berkomitmen melakukan pendekatan yang lebih multilateral terhadap krisis ganda virus Corona dan ekonomi

    Menteri Keuangan Italia, Daniele Franco, menyatakan, dalam pertemuan yang berlangsung pada Jumat, 26 Februari 2021, para kepala keuangan berjanji bekerja lebih erat untuk mempercepat pemulihan yang masih rapuh dan tidak merata.

    “Kami sepakat bahwa penarikan dukungan fiskal dan moneter yang terlalu dini harus dihindari,” kata Franco, pada konferensi pers setelah pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20.

    Amerika Serikat menyiapkan US$ 1,9 triliun berupa stimulus fiskal dan Uni Eropa telah mengumpulkan lebih dari 3 triliun euro (US$ 3,63 triliun) untuk menjaga ekonominya melewati sejumlah karantina wilayah atau lockdown. Namun, terlepas dari jumlahnya yang besar, masalah dengan peluncuran vaksin secara global dan munculnya varian virus corona baru membuat jalur pemulihan di masa depan tetap tidak pasti.

    "G20 berkomitmen untuk meningkatkan koordinasi internasional guna mengatasi tantangan global saat ini dengan mengadopsi pendekatan multilateral yang lebih kuat dan berfokus pada serangkaian prioritas inti," kata kepresidenan Italia dalam sebuah pernyataan.

    Pertemuan tersebut adalah yang pertama sejak Presiden AS Joe Biden berjanji untuk membangun kembali kerja sama AS dalam badan-badan internasional. Sejumlah kemajuan signifikan telah dibuat dalam mengatasi masalah perpajakan perusahaan multinasional, terutama raksasa web seperti Google, Amazon dan Facebook.

    Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan kepada G20 bahwa pemerintah telah membatalkan proposal pemerintah Trump di antaranya untuk membebaskan beberapa perusahaan memilih keluar dari aturan pajak digital global baru. 

    Langkah tersebut dipuji sebagai terobosan besar oleh Menteri Keuangan Jerman Olaf Scholz dan mitranya dari Prancis, Bruno Le Maire. Scholz mengatakan Yellen mengatakan kepada para pejabat G20 bahwa Washington juga berencana untuk mereformasi peraturan pajak minimum AS sejalan dengan proposal OECD untuk pajak minimum global yang efektif.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.