Petronas Rugi Rp 73,9 Triliun pada 2020

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petronas. Wikipedia

    Petronas. Wikipedia

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan minyak Malaysia, Petronas, mengalami rugi bersih RM21 miliar atau hampir Rp 74 triliun untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2020 dibandingkan dengan laba bersih RM40,5 miliar atau Rp 140 triliun tahun sebelumnya.

    "Namun, jika tidak memperhitungkan penurunan nilai, perusahaan migas nasional itu mencatatkan laba bersih sebesar RM10,5 miliar untuk tahun buku 2020, turun 78 persen dari RM48,8 miliar pada tahun sebelumnya," ujar Presiden dan Chief Executive Officer Petronas Group, Tengku Muhammad Taufik pada jumpa pers virtual di Kuala Lumpur, Jumat, 26 Februari 2021.

    Dia mengatakan Petronas juga mencatat pendapatan yang lebih rendah sebesar RM178,7 miliar dibandingkan dengan RM240,3 miliar tahun sebelumnya. Sebagian besar disebabkan oleh penurunan tajam harga minyak mentah, yang menunjukkan harga realisasi yang lebih rendah untuk semua produk.

    "Hal ini semakin diperparah oleh gangguan permintaan yang mengakibatkan penurunan volume penjualan gas olahan, produk minyak bumi, dan gas alam cair (LNG)," katanya.

    Untuk kuartal keempat yang berakhir pada 31 Desember 2020, ujar dia, Petronas membukukan laba bersih sebelum penurunan sebesar RM200 juta dibandingkan dengan RM9,4 miliar pada kuartal yang sama tahun sebelumnya karena pendapatan rendah dan pengeluaran bersih yang tinggi lainnya.

    "Selama kuartal tersebut, penurunan nilai aset mencapai RM1,3 miliar, mengakibatkan kerugian bersih sebesar RM1,1 miliar dibandingkan dengan laba bersih sebesar RM4,1 miliar pada kuartal yang sama tahun sebelumnya," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.