Ajak Milenial, Moeldoko: Ekosistem Pertanian Itu Luas, Tak Harus Berlumpur

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua HKTI Moeldoko berbincang dengan petani kopi saat mengunjungi perkebunan kopi Gunung Puntang di Desa Cempaka Mulya, Cimaung, Kabupaten Bandung, 29 Mei 2018. ANTARA/M Agung Rajasa

    Ketua HKTI Moeldoko berbincang dengan petani kopi saat mengunjungi perkebunan kopi Gunung Puntang di Desa Cempaka Mulya, Cimaung, Kabupaten Bandung, 29 Mei 2018. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Moeldoko mengajak generasi muda turun ke pertanian, karena sektor pertanian tidak hanya budidaya tapi banyak aspek lain yang dapat dikembangkan petani milenial.

    "Ekosistem pertanian itu sangat luas, tidak harus selalu berlumpur-lumpur,” kata Jenderal TNI (Purn) Moeldoko saat melantik Dewan Pengurus HKTI Provinsi Sulawesi Tengah, yang dilaksanakan secara daring dan luring terbatas di Jakarta, Jumat, 26 Februari 2021.

    HKTI Sulawesi Tengah dipimpin Delis Julkarson Hehi, MARS, yang juga menjabat sebagai Bupati terpilih Morowali Utara.

    Moeldoko yang juga Kepala Staf Kepresidenan (KSP) memaparkan ekosistem pertanian dimulai dari riset, budidaya, teknologi pertanian, hingga pemasaran, dan industri hilirnya.

    Untuk membangun pertanian juga saatnya menerapkan teknologi digital karena teknologi ini menjadi jendela yang menghubungkan pasokan dan permintaan di era digital saat ini.

    Moeldoko meminta HKTI turun langsung mendorong para petani milenial dan petani pada umumnya. Pendekatan teknologi pertanian menjadi prioritas sehingga produktivitas pertanian meningkat dan kesejahteraan petani lebih baik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.