Penumpang Bisa Nikmati Tarif Promo Taksi Udara di Jam Tertentu, Kapan?

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Helikopter Bell 505 Jet Ranger X milik PT Whitesky Aviation berkapasitas empat penumpang terbang di ketinggian 500 kaki di Tangerang Selatan, Selasa, 31 Desember 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Helikopter Bell 505 Jet Ranger X milik PT Whitesky Aviation berkapasitas empat penumpang terbang di ketinggian 500 kaki di Tangerang Selatan, Selasa, 31 Desember 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta – Penumpang yang ingin memesan layanan taksi udara atau helicity dari Jakarta dan sekitarnya bisa menikmati tarif promo. CEO PT Whitesky Aviation Denon Berriklinsky Prawiraatmadja mengatakan tarif promo akan tersedia di jam-jam tertentu saat peminatnya rendah.

    “Helicity ada program promo yang ditawarkan di jam-jam tertentu saat permintaannya sedikit. Ini kesempatan bagi teman-teman untuk menikmati, secara value cukup terjangkau,” ujar Denon dalam Live Instagram bersama PT Angkasa Pura II (Persero), Jumat, 26 Februari 2021.

    Layanan helicity telah tersedia di Ibu Kota sejak beberapa tahun ke belakang. Saat ini, Whitesky Aviation bekerja sama dengan PT Angkasa Pura II (Persero) menyediakan terminal taksi udara di Bandara Internasional Soekarno-Hatta untuk menjangkau segmen yang lebih luas.

    Angkutan taksi udara dapat dinikmati dengan harga mulai Rp 8-20 juta per sekali penerbangan untuk layanan helicity dengan kapasitas maksimal empat penumpang.

    Sedangkan untuk pesawat carter, harga yang ditetapkan lebih mahal, yakni di atas Rp 20 juta untuk 4-8 penumpang. Harga tersebut berlaku per penerbangan.

    Denon mengatakan tarif taksi udara bisa lebih murah bila permintaannya banyak dan armada yang tersedia bertambah. Whitesky kini tercatat hanya memiliki lima armada dengan jenis Bell 505 dan Bell 429.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.