Ingin Naik Taksi Udara? Begini Cara Memesannya

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Helikopter Bell 505 Jet Ranger X milik PT Whitesky Aviation berkapasitas empat penumpang terbang di ketinggian 500 kaki di Tangerang Selatan, Selasa, 31 Desember 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Helikopter Bell 505 Jet Ranger X milik PT Whitesky Aviation berkapasitas empat penumpang terbang di ketinggian 500 kaki di Tangerang Selatan, Selasa, 31 Desember 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Whitesky Aviation menyediakan layanan taksi udara bagi penumpang di Jakarta dan sekitarnya yang ingin menempuh perjalanan jarak pendek dalam waktu singkat dan terbebas dari kemacetan. Layanan ini memiliki terminal di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan telah beroperasi sejak 23 Agustus 2020.

    CEO Whitesky Aviation Denon Berriklinsky Prawiraatmadja mengatakan layanan taksi udara dapat dipesan melalui aplikasi khusus, yakni Heli City. “Lewat aplikasi bisa,” kata Denon dalam Live Instagram bersama Angkasa Pura II, Jumat, 26 Februari 2021.

    Aplikasi Heli City, tutur Denon, telah tersedia di platform AppStore dan PlayStore. Di dalam aplikasi itu, calon penumpang bisa memasukkan rute tujuannya, semisal kota Jakarta menuju bandara di Cengkareng. Saat ini terdapat 72 rute penjemputan yang tersebar di seluruh Ibu Kota.

    Selain lewat aplikasi, pemesanan taksi udara dapat dilakukan dengan menghubungi kontak servis Whitesky atau melalui situs resmi perusahaan. Whitesky menyediakan dua jenis layanan taksi udara yang meliputi penerbangan carter dan helicity.

    Denon mengungkapkan, carter flight ditawarkan dengan tarif sewa di atas Rp 20 juta. Harga tersebut berlaku untuk sekali jalan dan dihitung per armada alias bukan per penumpang. Dengan demikian, penumpang bisa membagi ongkos atau sharing cost dengan penumpang lain untuk menikmati layanan penerbangan tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.