Meski Dorong Komponen Lokal, Jokowi Tegaskan RI Bukan Penyuka Proteksionisme

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Indonesia, Joko Widodo saat menghadiri peresmian Bendungan Napun Gete, Kabupaten Sikka, NTT, 23 Februari 2021. Foto/youtube.com

    Presiden Indonesia, Joko Widodo saat menghadiri peresmian Bendungan Napun Gete, Kabupaten Sikka, NTT, 23 Februari 2021. Foto/youtube.com

    TEMPO.CO, JakartaPresiden Joko Widodo atau Jokowi menegaskan upaya transformasi digital yang dilakukan di Tanah Air harus mendorong penggunaan produk lokal sehingga tingkat komponen dalam negeri atau TKDN-nya terus meningkat.

    “Pemakaian produk-produk dalam negeri serta mendorong penguasaan teknologi digital mutakhir oleh semua anak bangsa,” ujarnya dalam acara Peluncuran Program Konektivitas Digital 2021 dan Prangko Seri Gerakan Vaksinasi Nasional Covid-19 dari Istana Negara Jakarta, Jumat, 26 Februari 2021.

    Namun demikian, Jokowi menekankan bahwa bangsa Indonesia sama sekali bukan bangsa yang menyukai proteksionisme. Sejarah pun telah membuktikan bahwa proteksionisme justru merugikan.

    Ia lalu menegaskan Indonesia tidak boleh menjadi korban dari unfair trade practices dari raksasa digital dunia. Tranformasi digital adalah win win solution bagi semua pihak,” katanya.

    Oleh karena itu, Presiden berharap program konektivitas digital 2021 menjadi momen penting yang bisa menghubungkan Indonesia. “Dengan teknologi baru, dengan pola pikir, dengan mindset baru, dengan kesempatan bisnis global baru, dan masa depan baru menuju Indonesia maju,” katanya.

    Ke depan, kata Jokowi, konektivitas digital harus berpegang teguh kepada kedaulatan bangsa di tengah globalisasi dan hyperkompetisi seperti sekarang ini.

    ANTARA

    Baca: Jokowi Sebut Satu Syarat Penentu Pencapaian Pertumbuhan Ekonomi, Apa Itu?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.