Ganjar Pranowo Usul Anggaran Penanganan Banjir Pantura Rp 3,19 T ke Pusat

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kedua kanan) didampingi Bupati Pekalongan Asip Kholbihi (kanan) berbincang saat meninjau perbaikan pembangunan jembatan pantura perbatasan Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Pekalongan di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu, 17 Februari 2021. ANTARA/Harviyan Perdana Putra

    Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kedua kanan) didampingi Bupati Pekalongan Asip Kholbihi (kanan) berbincang saat meninjau perbaikan pembangunan jembatan pantura perbatasan Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Pekalongan di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu, 17 Februari 2021. ANTARA/Harviyan Perdana Putra

    TEMPO.CO, Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengusulkan kepada pemerintah pusat agar penanganan banjir dan rob di pantura Jawa Tengah menjadi prioritas dengan anggaran sebesar Rp3,19 triliun.

    "Sebenarnya ada banyak usulan ke pusat, ada 'project-project' strategis yang kami dorong, namun untuk kali ini, saya ingin prioritaskan bagaimana penanganan banjir di pantura. Ini yang paling penting yang mesti segera dibereskan," katanya di Semarang, Rabu, 24 Februari 2021.

    Usulan tersebut disampaikan Ganjar kepada Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam Rapat Koordinasi Usulan Program Prioritas Nasional Untuk Mendukung Major Project RKP 2022 secara daring.

    Dalam paparannya, Ganjar mengusulkan anggaran sebesar Rp 3,19 triliun itu untuk penanganan banjir dan rob di sejumlah daerah di pantura termasuk peningkatan sarana prasarana kawasan industri yang ada di sana.

    "Memang di pantura ini ada dua hal, satu soal infrastruktur mesti beres, tapi banjir yang paling penting. Banjir di pantura mesti dibereskan karena ada pengamat yang bilang kondisinya cukup berbahaya, khusus di Pekalongan pengamat bilang harus cepat ditangani agar tidak tenggelam," ujarnya.

    Selain Pekalongan, wilayah yang harus mendapat perhatian adalah Kota Semarang dan Kabupaten Demak. Sebab, menurut Ganjar, lokasi-lokasi itu butuh penanganan yang sifatnya khusus, meskipun tidak boleh mengesampingkan wilayah lain.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.