Harga Emas Bisa Naik dan Turun, Apa Sebabnya?

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepingan Logam Mulia seberat 100 gram dan 50 gram di Jakarta (14/8). Setelah nilai tukar dolar melemah, harga perdagangan emas dunia naik sekitar 0,4%-0,8%, emas batangan dipasaran Rp. 314.000 atau naik seribu rupiah dari hari sebelumnya. TEMPO/Arif

    Kepingan Logam Mulia seberat 100 gram dan 50 gram di Jakarta (14/8). Setelah nilai tukar dolar melemah, harga perdagangan emas dunia naik sekitar 0,4%-0,8%, emas batangan dipasaran Rp. 314.000 atau naik seribu rupiah dari hari sebelumnya. TEMPO/Arif

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga emas yang menjadi primadona pada tahun lalu kini tengah mengalami tekanan, sehingga masih bergerak di kisaran US$1.700 per troy ounce.

    Logam kuning yang menjadi bintang sepanjang tahun lalu itu, kini berbalik menjadi salah satu komoditas dengan harga terburuk dalam indeks Komoditas Bloomberg di awal 2021. 

    Bahkan, berdasarkan data yang dikumpulkan Bloomberg, pergerakan harga emas di awal tahun ini merupakan yang terburuk sejak 1991 lalu, seiring dengan imbal hasil US Treasury yang tengah menanjak ke level tertingginya dalam sepekan terakhir.

    PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau emas Antam pada perdagangan Rabu, 24 Februari 2021,  harga emas batangan stabil atau sama dengan kemarin.

    Baca: Naik Rp 8 Ribu, Harga Emas Antam Jadi Rp 938 Ribu Per Gram

    Emas selalu menjadi cikal bakal berbagai produk perhiasan dan produk lainnya. Mulai dari emas batangan, koin, hingga bentuk perhiasan cincin, kalung. atau gelang.

    Fluktuasi harga emas, bisa disebabkan beberapa hal. Perubahan tersebut antara lain bisa terjadi karena tidak stabil kurs mata uang. Misalkan, nila kurs dollar AS terhadap rupiah tinggi atau turun maka harga emas juga akan terdampak.

    Bukan hanya kurs, suku bunga pun bisa mempengaruhi naik turunnya harga emas. Ketika suku bunga naik, maka banyak orang yang akan menarik uangnya dan menyimpan uang dalam bentuk deposito. Lalu lajunya inflasi yang tak terkendali juga sangat berpengaruh pada harga emas.

    Penawaran dan permintaan emas merupakan faktor berikutnya yang mempengaruhi naik atau turunnya harga emas. Lalu adanya kebijakan moneter, harga emas juga sangat tergantung dari kebijakan moneter yang diambil di bank sentral Amerika Serikat (Federal System atau secara informal disebut The Fed).

    Faktor lainnya yang menyebabkan harga emas naik atau turun, karena adanya permasalahan ekonomi dunia, kondisi politik, serta terkorelasi dengan dinamika harga minyak mentah dunia.

    ASMA AMIRAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.