Tanggul Sungai Citarum Jebol, Jokowi Targetkan Perbaikan Rampung dalam 2 Hari

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo alias Jokowi (kedua kanan) meninjau proyek Terowongan Nanjung di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Ahad, 10 Maret 2019. Pembangunan dua Terowongan Nanjung sepanjang 230 meter itu bertujuan untuk memperlancar aliran sungai Citarum di Curug Jompong. ANTARA

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi (kedua kanan) meninjau proyek Terowongan Nanjung di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Ahad, 10 Maret 2019. Pembangunan dua Terowongan Nanjung sepanjang 230 meter itu bertujuan untuk memperlancar aliran sungai Citarum di Curug Jompong. ANTARA

    TEMPO.CO, JakartaPresiden Joko Widodo atau Jokowi menargetkan perbaikan tanggul Citarum akan selesai dalam dua hari ke depan. Sebelumnya dilaporkan tanggul sugai Citarum jebol akhirnya menyebabkan banjir di sekitar Bekasi, Jawa Barat sejak beberapa hari terakhir.

    Ketika meninjau tanggul Citarum hari ini, kata Jokowi, diketahui tersebut diketahui jebol di tiga titik. Dia lalu meminta instansi terkait mempercepat proses perbaikan tanggul. “Insya Allah saya memberikan target maksimal 2 hari lagi sudah harus selesai tanggulnya sehingga semuanya bersih dan normal,” tuturnya, Rabu, 24 Februari 2021.

    Tak hanya itu, pemerintah juga menangani rumah warga yang ikut terdampak akibat jebolnya tanggul sejak Sabtu malam pekan lalu. Sedikitnya 30 rumah terdampak akibat kerusakan tanggul tersebut. “Yang terkena dampak, di sini tadi ada 30 perumahannya juga akan diselesaikan dalam waktu yang secepat-cepatnya,” kata Jokowi.

    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelumnya menjelaskan bahwa kerusakan infrastruktur berupa tanggul jebol memicu banjir beberapa desa di wilayah Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Banjir pada Ahad dini hari pekan lalu pukul 01.00 WIB.

    "Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB menerima laporan dari BPBD setempat banjir melanda 4 desa, yaitu Desa Sukaurip, Karangsegar, Bantasari dan Sumber Urip," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati seperti dikutip dari situs resmi BNPB, Ahad, 21 Februari 2021.

    Keempat desa berada di Kecamatan Pebayuran. Banjir mengakibatkan 5 unit rumah hanyut. Petugas BPBD Kabupaten Bekasi melaporkan tinggi muka air antara 100 hingga 250 cm.  BPBD telah mengidentifikasi kebutuhan mendesak penanganan darurat, seperti bambu, karung, mie instan, air mineral, makanan siap saji, obat-obatan, vitamin, perahu evakuasi, mesin perahu, tali tambang dan lampu tembak. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Olahraga Pada Puasa Ramadan Saat Pandemi, Dapat Mencegah Infeksi Covid-19

    Olahraga saat puasa dapat memberikan sejumlah manfaat. Latihan fisik dapat mencegah infeksi Covid-19 saat wabah masih berkecamuk di Ramadan 1442 H.