IHSG Melemah Tipis, Saham BTN dan Telkom Diborong Asing

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Layar pergerakan Index Harga Saham Gabungan di Jakarta, Jumat, 22 Januari 2021. Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup di zona merah dengan pelemahan 1,66 persen atau 106,76 poin ke level 6.307,13. Tempo/Tony Hartawan

    Layar pergerakan Index Harga Saham Gabungan di Jakarta, Jumat, 22 Januari 2021. Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup di zona merah dengan pelemahan 1,66 persen atau 106,76 poin ke level 6.307,13. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG berada di zona merah pada awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia atau BEI, Rabu, 24 Februari 2021.

    Melansir data RTI, pada pukul 09.04 WIB, IHSG berada pada level 6.270,6
    atau turun 2,1 poin (0,03 persen) dibanding penutupan sebelumnya di level 6.272,8. Padahal pada tiga menit awal, IHSG bergerak di zona hijau menyentuh 6.292,6.

    Sebanyak 168 saham melaju di zona hijau dan 95 saham di zona merah. Sedangkan 188 saham lainnya stagnan.

    Baca Juga: Awal Pekan Laju IHSG Diprediksi Menguat, Saham-saham Ini Bisa Dipantau

    Investor asing cenderung keluar dengan net sell Rp 35,4 miliar. Saham PT Bank Tabungan Negara(Persero) Tbk. menjadi yang paling banyak diborong asing dengan net buy Rp 18,8 miliar. Saham BBTN stabil di 2.000. Sedangkan saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. menjadi yang kedua paling banyak diborong asing dengan net buy Rp 12,5 miliar. Saham TLKM naik 0,58 persen atau 20 poin menjadi Rp 3.490.

    Sementara itu di jajaran top gainers, saham PT Yelooo Integra Datanet Tbk. atau YELO naik 22,2 persen ke level 110 dan PT Bank Neo Commerce Tbk. atau MARI juga menguat 18,3 persen ke level 775.

    Direktur PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan pergerakan IHSG hingga saat ini terlihat masih betah bergerak dalam rentang konsolidasi wajar, masih tercatatnya capital inflow secara year-to-date turut menjadi penopang bagi pergerakan IHSG.

    Namun, kata dia, mengingat potensi tekanan yang masih cukup besar sehingga jika terjadi koreksi wajar, para investor masih dapat memanfaatkan momentum untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka pendek."Hari ini IHSG berpotensi bergerak terbatas," kata William dalam keterangan.

    Adapun dia memprediksi IHSG bergerak pada kisaran level 6.202 hingga 6.318 hari ini.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jadwal Imsakiyah dan Puasa Ramadhan 1442 H - 2021 M

    Ini jadwal puasa dan imsakiyah Ramadhan 1442 H yang jatuh pada 13 April hingga 12 Mei 2021, Idul Fitri 1 Syawal 1442 H jatuh pada 13 Mei 2021.