Sri Mulyani: Bansos Bantu Masyarakat Termiskin Indonesia

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani mengikuti rapat paripurna ke-2 masa persidangan I tahun sidang 2020-2021 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2020. Rapat paripurna tersebut beragendakan pandangan fraksi-fraksi atas RUU tentang Penanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN 2019 yang dilakukan pemerintah. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Keuangan Sri Mulyani mengikuti rapat paripurna ke-2 masa persidangan I tahun sidang 2020-2021 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2020. Rapat paripurna tersebut beragendakan pandangan fraksi-fraksi atas RUU tentang Penanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN 2019 yang dilakukan pemerintah. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan program perlindungan sosial pemulihan ekonomi nasional efektif menahan penurunan konsumsi rumah tangga dan tingkat kemiskinan. Di mana tingkat kemiskinan 2020 sebesar 10,2 persen.

    "Ini terlihat bahwa bansos membantu 20 persen atau sampai 30 persen masyarakat termiskin kita," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita secara virtual, Selasa, 23 Februari 2021.

    Menurutnya, angka kemiskinan itu lebih rendah dari prediksi Bank Dunia. Di mana Bank Dunia memperkirakan kemiskinan di Indonesia dapat mencapai 11,8 persen tanpa Program Perlindungan Sosial.

    Kendati begitu, Sri Mulyani mengatakan bantuan sosial bukan satu-satunya cara untuk pemulihan ekonomi nasional. Dia berharap pemilihan ekonomi terutama dari kelompok rumah tangga kelas menengah atas juga dapat meningkat dengan stimulus yang ada.

    "Kelas menengah atas konsumsi turun bukan karena pendapatan turun, tapi karena tidak bisa lakukan aktivitas konsumsi," ujarnya.

    Dia pun melihat tren konsumsi sudah mulai membaik pada Januari 2021.

    Dia juga memprediksi konsumsi rumah tangga akan terus menguat. Konsumsi rumah tangga menunjukkan arah perbaikan, kata dia, tercermin dari perbaikan penerimaan Pajak Pertambahan Nilai Dalam Negeri (PPN DN) bruto.

    Pada kuartal II 2020 pertumbuhan konsumsi minus 5,5 persen, kuartal III minus 4,0 persen, dan kuartal IV minus 3,6 persen. Sri Mulyani mencatat konsumsi rumah tangga berkontribusi pada 57,7 persen Produk Domestik Bruto atau PDB.

    BACA: Jawab Kritik, Staf Khusus Sri MulyanI Jelaskan Data Cicilan Utang RI


    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada Generalized Anxiety Disorder, Gangguan Kecemasan Berlebihan

    Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah suatu gangguan yang menyerang psikis seseorang. Gangguannya berupa kecemasan dan khawatir yang berlebih.