Dipengaruhi Vaksinasi, Sri Mulyani Yakin Ekonomi 2021 Tumbuh 5 Persen

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani didampingi Wamenkeu Suahasil Nazara mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2020. Dalam raker tersebut, Sri Mulyani dan Komisi Xi membahas Laporan Keuangan Kementerian Keuangan pada APBN 2019. TEMPO/Tony Hartawan

    Menteri Keuangan Sri Mulyani didampingi Wamenkeu Suahasil Nazara mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2020. Dalam raker tersebut, Sri Mulyani dan Komisi Xi membahas Laporan Keuangan Kementerian Keuangan pada APBN 2019. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memproyeksi pertumbuhan ekonomi berada di level 5,0 persen atau secara kisaran 4,5 persen hingga 5,3 persen.

    "Program Vaksinasi, mulai berjalan diharapkan mampu mengembalikan confidence masyarakat beraktivitas ekonomi," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita secara virtual, Selasa, 23 Februari 2021.

    Selain itu, faktor yang akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, yaitu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2021 ekspansif dan difokuskan untuk melanjutkan penanganan pandemi dan memperkuat pemulihan ekonomi melalui realokasi ke belanja produktif dan penguatan Program PEN.

    Hal ini didukung oleh paket kebijakan terpadu untuk peningkatan uembiayaan dunia usaha KSSK (Kementerian Keuangan, BI, OJK, LPS) untuk memacu pemulihan ekonomi, khususnya dari sektor potensial dan strategis.

    Ditambah adanya implementasi reformasi struktural, di mana aturan turunan UU Ciptaker dan pembentukan Indonesia Investment Authority (INA) telah siap.

    "Kebijakan lembaga secara bersama-sama diharapkan akan dapat mengakselerasi pemulihan ekonomi," ujar Sri Mulyani. Sedangkan prediksi berbagai lembaga seperti IMF pertumbuhan ekonomi Indonesia 2021 sebesar 4,8 persen, World Bank 4,4 persen, dan ADB sebesar 4,5 persen.

    BACA: Sri Mulyani: Defisit APBN Rp 45,7 Triliun hingga Januari 2021, Naik 31,5 Persen

     

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.