Sri Mulyani Naikkan Dana Pemulihan Ekonomi Jadi Rp 699,43 Triliun

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi mengikuti KTT Luar Biasa G20 secara virtual bersama  Menteri Keuangan Sri Mulyani dari Istana Bogor, Kamis, 26 Maret 2020. KTT ini digelar secara virtual untuk menghindari penularan virus corona. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr

    Presiden Jokowi mengikuti KTT Luar Biasa G20 secara virtual bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani dari Istana Bogor, Kamis, 26 Maret 2020. KTT ini digelar secara virtual untuk menghindari penularan virus corona. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menaikkan dana pemulihan ekonomi nasional atau PEN tahun ini menjadi Rp 699,43 triliun. Angka itu meningkat 21 persen dari realisasi sementara 2020 yang sebesar Rp 579,78 T.

    Dia berharap PEN akan jadi pendorong pertumbuhan terutama kuartal I. "Diharapkan jadi daya dorong yang efektif untuk pemulihan terutama untuk front loading di kuartal I terutama Januari-Maret," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita secara virtual, Selasa, 23 Februari 2021.

    Pada pekan lalu, ia sudah mengatakan menaikkan anggaran PEN menjadi Rp 688,3 triliun. Semula di awal tahun ini, Sri Mulyani mematok anggaran PEN 2021 sebesar Rp 372,3 triliun.

    Sri Mulyani mengatakan anggaran kesehatan dalam PEN tahun ini mencapai Rp 176,3 triliun. Angka ini naik signifikan dari realisasi tahun lalu yang hanya Rp 63,5 triliun.

    Menurutnya, kenaikan anggaran ini karena kebutuhan belanja di sektor kesehatan juga meningkat. "Kesehatan akan akselerasi Februari hingga Maret," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.